Header Ads

Nor Fajeri Ajak Warga Balangan Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

BALANGAN - Pencegahan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak mengalami masalah pertumbuhan. Upaya tersebut harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Nor Fajeri, S.E., saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) tentang kesehatan di Kabupaten Balangan, Rabu (2/9/2026).

Sosper tersebut membahas Peraturan Daerah Provinsi Kalsel Nomor 01 Tahun 2012 tentang Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tundakan dan Desa Ambakiang, Kecamatan Awayan, dan diikuti ibu hamil, orang tua balita, bidan desa, serta kader kesehatan.

Nor Fajeri mengatakan, desa menjadi salah satu garda penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak. 

Menurutnya, keluarga dan lingkungan terdekat memiliki peran besar dalam memastikan ibu hamil memperoleh perhatian yang cukup, sementara anak mendapatkan asupan gizi dan pemantauan tumbuh kembang yang baik.

“Kesehatan ibu dan anak harus kita jaga sejak awal. Jangan menunggu ada masalah baru kita bertindak. Pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menilai pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat.

Karena itu, Nor Fajeri mendorong bidan dan kader kesehatan di desa untuk terus aktif memberikan pendampingan dan edukasi kepada keluarga. 

Menurutnya, informasi sederhana mengenai pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, pemeriksaan kehamilan, hingga pemantauan pertumbuhan balita dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

“Kader dan bidan desa memiliki peran yang sangat penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kalau keluarga mendapat pendampingan dan informasi yang benar, maka berbagai risiko terhadap kesehatan ibu dan anak bisa diketahui lebih cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Perda Nomor 01 Tahun 2012 tentang Kesehatan menjadi salah satu landasan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Kalsel.

Karena itu, keberadaan regulasi tersebut perlu dipahami masyarakat agar tidak hanya menjadi aturan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Nor Fajeri, pencegahan stunting harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Anak-anak yang tumbuh sehat dan mendapatkan perhatian sejak awal kehidupan akan memiliki peluang lebih baik untuk berkembang di masa depan.

“Kita ingin anak-anak Balangan tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang baik. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai dari sekarang, dari keluarga, dari desa, dan dari perhatian kita kepada ibu hamil serta balita. Ini adalah investasi menuju generasi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Pelaksanaan Sosper berlangsung interaktif. Selain mendapatkan pemaparan mengenai Perda Kesehatan, peserta juga berkesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang ditemui di lapangan, mulai dari pemenuhan gizi keluarga, akses pelayanan kesehatan, hingga pentingnya edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

Nor Fajeri berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.

“Kalau semua bergerak bersama, pencegahan stunting akan lebih kuat. Kita tidak ingin ada anak yang kehilangan kesempatan tumbuh optimal hanya karena persoalan yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini,” pungkasnya.(Adv)

Tidak ada komentar

close
pop up banner