Kisah Pak Syaberan, 37 Tahun Jadi Guru Honorer di Banjarmasin, Tak Mengeluh, Cinta Ajarkan Al Quran | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Kamis, 07 Oktober 2021

Kisah Pak Syaberan, 37 Tahun Jadi Guru Honorer di Banjarmasin, Tak Mengeluh, Cinta Ajarkan Al Quran

BERITABANJARMASIN.COM - Kesejahteraan profesi guru non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) alias honorer perlu mendapat perhatian.

Seperti Syaberan Has (62), seorang guru honorer yang beralamat di Jalan Pekapuran Raya Ujung Kelurahan Pekapuran Kota Banjarmasin, selama ini mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) SN Karang Mekar Satu.

Syaberan tercatat resmi mengajar sebagai guru honorer sejak 1984 hingga sekarang. Sudah 37 tahun mengajar, Syaberan hanya mendapatkan upah Rp1.050.000 per bulan dari uang bantuan oprasional sekolah (BOS) yang disisihkan.

Dengan upah yang diterimanya tentu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama isteri dan ketiga anaknya.

Syaberan juga sudah sering kali mencoba keberuntungan dengan mengikuti seleksi CPNS setiap tahunnya, namun apalah daya keberuntungan tidak berpihak berkali kali seleksi diikuti namun tak satupun yang lolos. "Tidak kecewa dan saya jadikan pengalaman," ungkapnya, Kamis (7/10/2021).

Di usianya yang sudah 62 tahun untuk seorang PNS tentu saja sudah pensiun, namun karena sebagai guru honorer diusia yang sudah senja Syaberan masih tetap mengajar.

Syaberani juga sangat bersyukur di usia senjanya masih tetap mengajar, selain itu dia sangat menikmati profesinya sekaligus menjadi hobi. "Sampai usiaku habis Insya Allah terus mengajar," ucapnya.

Bahkan dirinya sudah tak lagi memikirkan gaji yang diterima karena saking cinta dengan profesinya. "Tidak usah dipikirkan nikmati rezeki pasti ada saja," tuturnya.

Sebagai guru honorer yang sudah puluhan tahun tentu saja banyak mencetak generasi muda yang saat ini sudah menjadi orang-orang hebat seperti menjadi TNI/Polri, bahkan pejabat pemerintah.

Syaberan sendiri di SDN SN Karang Mekar Satu, dari dulu sampai saat ini masih mengajar mata pelajaran pendidikan Al Quran (PA).

Dia juga dikenal saat mengajar sebagai sosok yang humoris, tegas dan sayang pada anak anak. Di usianya yang sudah tak lagi muda, Syaberan masih terlihat gagah dan sehat, meski matanya sempat dioperasi akibat katarak yang dideritanya.

Tidak hanya mengajar di sekolah dia juga mengajar les mengaji untuk anak anak di kampungnya baik datang ke rumah maupun mendatangi kerumah masing-masing.

Rutinitas tambahan ini dia lakukan seminggu tiga kali selepas selesai mengajar di sekolahan. 

"Buat tambahan pemasukan jadi cukup saja perbulannya, habis ashar pada datang kerumah, habis maghrib aku yang mendatangi," ujarnya.

Saat ini Syaberan memiliki tiga orang anak. Anak pertama sudah bekerja, sementara nak kedua duduk di bangku kuliah, dan anak terkahir masih sekolah.

Hanya sebatas harapan kepada pemerintah baik pemerintah daerah provinsi maupun pemerintah pusat agar upah yang diterima guru honorer bisa lebih diperhatikan lagi. "Semoga pemerintah ada perhatian terhadap guru honorer supaya lebih semangat lagi," tutupnya. (fitri/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only