Batu Bara Melesu, Paman Birin: Kalsel Perlu Solusi Sumber Daya Terbarukan | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

VIDEO BERITA

Jumat, 24 April 2020

Batu Bara Melesu, Paman Birin: Kalsel Perlu Solusi Sumber Daya Terbarukan

BERITABANJARMASIN.COM - Meskipun pada tahun 2019 lalu beberapa keberhasilan pembangunan tercapai, Pertumbuhan ekonomi Kalsel selama dua tahun belakangan mengalami tekanan.

Terutama dipengaruhi sektor pertambangan. Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Tren pelemahan harga batu bara yang berlanjut, serta pelemahan ekonomi negara mitra turut mempengaruhi kinerja sektor pertambangan hingga hari ini (24/4/2020).

Dari itu, Pemprov Kalsel, ujarnya, terus mendorong agar Kalsel tidak hanya bergantung pada komoditas batu bara, melainkan mendorong tumbuhnya sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis sumber daya terbarukan dan bernilai tambah tinggi.

Salah satu sektor yang didorong untuk meningkatkan nilai tambahnya adalah sektor agro industri dengan sektor pariwisata, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. 

Pengembangan agro industri Kalsel juga ditopang modal yang kuat dengan posisi Kalsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan sedang disiapkan sebagai Lumbung Pangan Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Dirinya pun mengharapkan masukan yang konstruktif dari DPRD, agar permasalahan pembangunan dapat diselesaikan. Tantangan ke depan dipaparkannya jauh lebih berat, kompleks dan penyampaian LKPJ Kepala Daerah ini hanyalah salah satu cara, untuk mengekspresikan apa yang di perbuat di tahun yang lalu dan harapan- harapan yang harus diwujudkan ke depannya. 

Berdasarkan data terhimpun, realisasi pendapatan daerah Provinsi Kalsel TA 2019 sebesar Rp6,762 triliun, dari target yang ditetapkan sebesar Rp7,097 triliun atau mencapai target sebesar 95,28 persen. Sedangkan belanja daerah terealisasi sebesar Rp7,042 triliun, dari target Rp7,587 triliun atau terealisasi sebesar 92,83 persen.

Kemudian, angka kemiskinan turun dari 4,54 persen di tahun 2018 menjadi 4,47 persen di tahun 2019. Angka kemiskinan di daerah ini jauh berada di bawah rata-rata nasional.

Capaian indeks pembangunan manusia (IPM), terus mengalami peningkatan, IPM Kalsel mencapai angka 70,72 sedangkan tahun 2018 hanya 70,17.

Di bidang lingkungan hidup program revolusi hijau yang terus dikerjakan membuahkan hasil yang cukup baik. Nilai indeks kualitas lingkungan hidup Kalsel naik dari 61,47 di tahun 2018 menjadi 62,06 di tahun 2019.

Selain itu, selama lima tahun ini neraca perdagangan di daerah selalu surplus. Di tahun 2019, nilai ekspor Kalsel lebih dari tujuh (70)  juta dollar. Disisi lain pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi. Di tahun 2017 hanya ada 284.385 UMKM sedangkan 2019 sudah mencapai 352.838 UMKM. (maya/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only