Mencicipi Kuliner Ikan di Kota Ikan Todak Kembar | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Selasa, 12 Maret 2019

Mencicipi Kuliner Ikan di Kota Ikan Todak Kembar

ilustrasi: telapakkakimelengkung.blogspot.com

BERITABANJARMASIN.COM - Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dikenal sebagai penghasil produk ikan laut. Beberapa waktu lalu, jurnalis BeritaBanjarmasin.com berkunjung ke daerah dengan ikon ikan Todak ini.

Ikan sudah menjadi konsumsi umum masyarakat Kota Kotabaru, dengan jarak tempuh sekitar 500 kilometer dari Banjarmasin, daerah ini terpisah dengan Pulau Kalimantan.

Otomatis untuk menuju Kotabaru, harus menyeberang menggunakan kapal Feri. Sekitar satu jam perjalanan menggunakan kapal mesti kita tempuh. Maklum saja, belum ada jembatan penghubung antara Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut, Kotabaru.

Produk olahan ikan pun menjadi salah satu andalan dalam produk kuliner dan UKM di Kotabaru. Seperti amplang (kerupuk) ikan tenggiri, hingga bakso ikan, yang di daerah ini lebih akrab disebut pentol ikan.

Nyaris di setiap titik keramaian di kota ini, kita akan mudah mendapatkan pedagang pentol ikan. Hal ini jelas jarang bisa ditemui di Kota Banjarmasin, sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satu penjual pentol ikan di kawasan Gedambaan, Sarang Tiung misalnya, meski tak menyebutkan namanya, menjelaskan, harga pentol ikan olahannya ada dua macam. Untuk ukuran separo bola pingpong, dibanderol Rp1.000 per buah. Sedangkan ukuran sebesar bola pingpong Rp3.000 saja. "Yang kecil seribu, yang besar tiga ribu," ujarnya kepada jurnalis BeritaBanjarmasin.com, Minggu (10/3/2019).

Mengenai rasa, jelas berbeda dengan pentol daging sapi dan ayam. Jika pentol berbahan daging sapi lebih terasa bertekstur tebal dan kasar, pentol ikan lebih lembut dan kenyal. Dari warna pun sangat jelas berbeda. Pentol ikan lebih berwarna terang dengan aroma khas ikan yang mencolok.

Saat pertama kali sampai dilidah, rasa khas ikan langsung terasa, dengan kesan bumbu bawang putih dan kaldu. Namun menurut pengalaman penulis, rasa dari masing-masing penjual, berbeda-beda. Ada yang lebih kuat rasa ikannya, ada pula yang cenderung lebih kuat bumbunya. Namun rata-rata memiliki aroma yang mirip. Barangkali, karena bahan baku pembuatannya juga sama.
Jika anda berkunjung ke Kota Kotabaru, di kawasan Siring laut, Ikan Todak kembar, para penjual pentol ikan banyak beredar. Mulai dari yang menggunakan gerobak, hingga menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi.

Uniknya di daerah ini, anda kemungkinan akan bertemu dengan orang-orang dengan logat berbeda dari Suku Banjar. Beberapa terdengar seperti logat orang timur, Sulawesi. Di daerah ini memang sebagian juga dihuni oleh keturunan Suku Bugis dan Mandar dari Sulawesi. Bahkan desain angkutan becak pun sangat jauh berbeda dengan daerah lain di Kalsel. Lebih ceper dan ramping. (sip/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only