INDEPTH NEWS: Menakar Keinginan Ibnu Sina Jadikan Sungai Sebagai Beranda Depan Kota Banjarmasin | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Jumat, 10 September 2021

INDEPTH NEWS: Menakar Keinginan Ibnu Sina Jadikan Sungai Sebagai Beranda Depan Kota Banjarmasin

KONSEP sungai sebagai wisata andalan di Kota Banjarmasin dinilai sudah sesuai dengan jati diri daerah itu yang memang banyak dikelilingi oleh sungai-sungai. Dengan optimisme, pembenahan untuk mewujudkan kota berkonsep water front city terus diupayakan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ia bahkan pernah berucap ingin meniru konsep pengelolaan sungai di Thailand. Apakah Banjarmasin mampu?

BERITABANJARMASIN.com | Bring Back Good News

Pengembangan wisata andalan berbasis sungai bisa terbilang susah, dimana secara global hanya sedikit negara yang mampu mengembangkannya. Apalagi di Banjarmasin yang sebagian besar penduduk pinggiran sungainya masih mengandalkan sungai untuk MCK.

Berjuluk sebagai Kota Seribu Sungai, bukan jaminan Banjarmasin bisa begitu saja meniru Thailand. Namun juga bukan hal yang tidak mungkin, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Banjarmasin mendapat dukungan langsung dari Menparekraf RI, Sandiaga Uno saat menelusuri kawasan wisata yang ada di Banjarmasin.

Ilustrasi sungai Chao Phraya di Thailand | foto: agoda
Wali Kota Ibnu Sina Jelaskan Penataan Sungai Banjarmasin Sebagai Beranda Depan Kota Ke Sandiaga Uno

Pemkot Banjarmasin bersiap untuk memaksimalkan sektor pariwisata jika direkomendasikan dibuka. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan hal ini kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno saat bertandang ke kota berjuluk seribu sungai.

"Menurut pak Menteri Sandiaga Uno sudah benar Banjarmasin menjadikan sungai sebagai ikon wisata andalan," katanya.

Apalagi Pemkot Banjarmasin mengusahakan sungai sebagai beranda depan kota berkonsep water front city. Secara global pun, lanjutnya, hanya Bangkok, Thailand yang mampu mengembangkan sungai sebagai wisata andalan. "Ini menjadi perhatian kita untuk menata sungai jauh lebih baik lagi, imbuhnya.

Ibnu menyampaikan perlu banyak penataan untuk menarik wisatawan datang ke Banjarmasin. Dengan menggabungkan seluruh wisata di Kalsel, yang menjadi daya tarik tersendri. Sehingga membuat wisatawan bisa lebih nyaman di kota seribu sungai. "Tentu akan berimbas pada sektor perekonomian daerah," ucapnya.

Ia berharap Kota Baiman bisa mengembalikan kembali geliat sektor wisata, yang satu tahun lebih terpaksa vakum karena mewabahnya Covid-19.

Diapresiasi Menparekraf, DLH Kalsel Maksimalkan Program Sungai Martapura Bungas

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel akan memaksimalkan program Sungai Martapura Bersih, Unggul, dan Asri (BUNGAS) yang sebelumnya telah mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno.

Disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana konsep rediscovery digunakan untuk program ini dan telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Tujuannya untuk menggeliatkan perekonomian di kawasan Sungai Martapura.

"Dalam waktu dekat juga akan disosialisasikan ke masyarakat, khususnya yang bermukim di pesisir Sungai Martapura," ujarnya.

Hanifah mengakui pekerjaan rumah yang berat terkait Sungai Martapura ini ada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin. Dirinya pun berharap Pemprov Kalsel hadir untuk bekerjasama sehingga bisa terkelola dan terintegritas dengan pemkab dan pemkot yang sebelumnya juga sudah memiki program masing-masing di daerahnya.

Sebelumnya Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno saat melakukan kunjungan di Banjarmasin juga mengapresiasi program ini yang menjadikan Sungai Martapura bak Sungai Citarum. Ia mendukung penuh inisasi dari pihak DLH Kalsel ini yang mana menurutnya tidak terlalu banyak kota di Indonesia yang mempromosikan sungai sebagai daya tarik utamanya.

Sandiaga Uno juga berjanji akan mengedepankan wisata sungai di Kota Banjarmasin. Sebagaimana diketahui, peluncuran program Sungai Martapura BUNGAS sendiri dilakukan Pemprov Kalsel di Desa Sungai Rangas Tengah, Kabupaten Banjar, Sabtu (5/6/2021) bersamaan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Menparekraf RI Sandiaga Uno Disambut Antusias Acil Pasar Terapung Banjarmasin Hingga Berbalas Pantun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno telusuri kawasan wisata di Banjarmasin.

Salah satunya yang dilihat saat lari pagi bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina - Arifin Noor di kawasan Siring Piere Tendean, Kamis (2/9/2021)

Kedatangan lelaki yang akrab disapa dengan sapaan Bang Sandi itu disambut antusias para acil - acil (ibu-ibu) pasar terapung dengan membentuk formasi bunga teratai dan bunga berenteng di atas klotok (perahu sungai).

Apalagi saat Menparekraf tersebut berbalas pantun dengan para acil - acil, yang membuat hiburan tersendiri bagi para pedagang di atas sungai tersebut.

"ini sangat luar biasa sekali, menjadi daya tarik tersendiri bagi Banjarmasin," ungkap Bang Sandi usai berbalas pantun.

Untuk itu, ia menginginkan agar wisata sungai bisa mendorong 3A, yakni atraksi, amenitas (kemudahan) dan akses sehingga pesona wisata sungai bisa lebih terlihat lagi.

Apalagi lanjut Bang Sandi, Provinsi Kalsel telah memiliki program Sungai Martapura Bungas (Bersih, Unggul dan Asri) yang baru saja disepakati bersama kabupaten/kota beberapa waktu lalu. "Saya memberikan dukungan untuk program sungai bungas tersebut," imbuhnya.

Ia berharap dengan program tersebut mampu membuat wisata sungai di Banjarmasin lebih tertata dan memiliki daya tarik sendiri.

Selain itu ia sangat senang dengan diberikannya buah tangan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berupa sepatu berbalut kain sasirangan. Serta jaket produk ecoprint, bermotif daun dari pelaku UMKM di Kota seribu Sungai.

Kampung Hijau dan Biru di Pinggir Sungai

Mengenalkan kebudayaan dan kearifan lokal khas Banjarmasin terus dilakukan, salah satunya bisa dilihat di Kampung Hijau, Sungai Bilu, Banjarmasin Timur. Kawasan ini merupakan perkampungan masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai.

Tak hanya menyulap perkampungan bantaran sungai tersebut menjadi kawasan yang cantik, kini Kampung Hijau semakin ramai menjadi destinasi wisata, dengan tersedianya jajanan dan makanan khas Banjar.

Selain itu, bagi para pengunjung yang menggunakan kelotok atau transportasi melalui jalur sungai, bisa singgah untuk menikmati berbagai fasilitas yang telah disediakan di kawasan Kampung Hijau tersebut. Di sana juga tersedia berbagai tempat yang sangat nyaman dan pas bagi para masyarakat Kota Banjarmasin maupun wisatawan yang datang berkunjung untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga.

Mahasiswa S3 Teliti Keberhasilan Program Water Front City Kota Banjarmasin

Keberhasilan Pemkot Banjarmasin mengelola sungai dan menjadikan Kota Banjarmasin sebagai Kota Sehat, akhirnya menarik perhatian mahasiswa program doctoral untuk melakukan penelitian.

Herawati, mahasiswi program doctoral (S3) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Erlangga, Surabaya, secara khusus menemui Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Rabu (23/12/2020).

Ia menjadikan orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai sebagai salah satu narasumber utama, dalam penelitiannya yang berjudul Pengembangan Komprehensif Multisectoral Sistem, Pengelolaan Sampah Sungai Dalam Konteks Banjarmasin Sebagai Kota Sehat.

Kepada wanita yang berprofesi sebagai dokter umum ini, Ibnu Sina dengan menjelaskan, terkait kota sehat, kota yang kini berumur 494 tahun ini telah beberapa kali menerima penghargaaan terkait dari pemerintah pusat, diantaranya penghargaaan Swasti Saba Padapa , Swasti Saba Wiwerda dan Swasti Saba Wistara.

Capaian ini, jelasnya, hasil kolaborasi multi stakeholder, jadi bukan hanya Dinkes, tetapi juga dinas lain seperti LH, Baretlitbangda, dan masyarakat juga ikut berperan di dalamnya. “Multisektoral ini diharapkan bisa saling berkolaborasi mewujudkan tataran tadi. Dari tahun ke tahun kita sudah memulainya. Memang masih ada kekurangan, tapi dari keseluruhan kita memiliki kesamaan persepsi tentang kota bersih, ikon adipura, sanitasi, smart sanitation aword  dan partisipasi warga,” katanya.

Terkait pengelolaan sungai, ia kembali menjelaskan, salah satu program Pemko Banjarmasin yang berkaitan dengan pengelolaan sampah sungai adalah menjadikan berada depan rumah penduduk, yang awalnya menghadap jalan, menjadi menghadap ke sungai (watter front city).

Konsep ini sudah diterapkan di kawasan kampung hijau dan kampung biru yang terletak di Keluarahan Sungai Bilu, Kecamatan Banjarmasin Timur. “Jadi konsep kampung hijau kampung biru ini menjadikan sungai sebagai beranda depan halaman rumah sehingga tidak lagi membuang sampah kehalaman depan.

Diharapkan, katanya lagi, ke depannya di Bumi Kayuh Baimbai akan semakin banyak tempat-tempat sungai yang akan menjadi seperti kampung hijau dan kampung biru.

Mungkinkah Konsep Water Front City Bisa Terwujud?

Dengan upaya bertahap dan konsisten hal ini bukan tidak mungkin bisa terwujud. Namun tentu saja menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi Pemkot Banjarmasin. 

Penataan sungai bukan hanya soal regulasi dan program pembangunan. Namun juga persoalan membangun cara berpikir masyarakat mengenai sungai. Tanpa ada edukasi dan program yang bisa mengajak masyarakat turut membangun sungai sebagai beranda depan, jelas usaha ini akan sulit.

Sehingga barangkali, yang juga sangat penting adalah bagaimana Pemkot Banjarmasin bisa mengajak masyarakat turut serta dalam mewujudkan Banjarmasin sebagai water front city. Sehingga usaha yang dilakukan bisa membuahkan hasil. Jika ini berhasil, tentu saja ini akan menjadi konsep yang akan ditiru oleh daerah lain, karena belum ada daerah di Indonesia yang benar-benar berhasil mengembangkan wisata sungainya. (*)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only