POLITICAL REPORT: Kabar Politik Banua Terbaru | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Minggu, 22 Agustus 2021

POLITICAL REPORT: Kabar Politik Banua Terbaru

BERBAGAI manuver politik praktis di banua menjadi sorotan dan ditunggu perkembangan kabarnya baik dari kalangan politikus hingga masyarakat biasa. Dalam tiga pekan belakangan ini tiga diantaranya menjadi trending topic

Kapan Paman Birin dan Muhidin Dilantik?

Hingga saat ini kabar pelantikan Sahbirin Noor dan Muhidin masih tanda tanya, kapan tanggal pastinya. Pelantikan sendiri direncanakan dilaksanakan di istana kepresidenan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Pertimbangan lain masih tertundanya pelantikan ini dengan melihat perhitungan jadwal kerja dan aturan presiden terkait pelantikan gubernur dan wakil gubernur tersebut. 

Sebelumnya Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan usulan pengesahan Pengangkatan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2020, beserta berita acara dan risalah rapat paripurna sebagai bahan terlampir disampaikan kepada RI Melalui Menteri Dalam Negeri RI untuk mendapatkan pengesahannya. 

Pelaksanaan Rapat Paripurna ini sendiri adalah sebagai tindak lanjut atas keputusan KPU Provinsi Kalsel Nomor 43/PL.02.7 Kpt/63/Prov/VIII/2021. 

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan akan bekerja dengan maksimal untuk kemajuan banua dan kesejahteraan masyarakat kedepan.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Safrizal ZA selama kurang lebih tujuh bulan ini dengan baik dan penuh tanggung jawab mengemban tugasnya sebagai Pj gubernur. 

Sulaiman Umar Mundur Dari DPR RI, Begini Tanggapan PDI Perjuangan Kalsel

Satu kursi DPR RI dari Fraksi PDIP mengalami kekosongan setelah Sulaiman Umar menyatakan diri mundur. Hal ini pun mendapat tanggapan dari PDI Perjuangan Kalsel.

Kabar pengunduran dirinya tersebut mengejutkan banyak pihak yang tak hanya mundur menjadi anggota DPR RI namun juga sebagai kader di PDI Perjuangan.

Surat penyataan pengunduran tertanggal 28 Juli 2021 tersebut beredar di media sosial.

Ia meminta DPP PDI Perjuangan bisa memproses pengunduran dirinya sesuai AD/ART partai sekaligus pengusulan pemberhentian antar waktu (PAW) anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan kepada pimpinan DPR RI

Sulaiman Umar dalam surat itu beralasan pengunduran dirinya dikarenakan banyaknya kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan khususnya dalam bidang kesehatan dan pengelolaan rumah sakit.

Sulaiman Umar merasa dirinya tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal, baik sebagai anggota DPR RI, kader partai maupun dalam melaksanakan kegiatan bidang kesehatan.

Sementara ia berharap dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan secara langsung dan optimal, di luar fungsi dan tugas sebagai anggota DPR RI dan kader partai.

Sulaiman Umar sendiri berasal dari Dapil
Kalsel II yang meliputi Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut dan Kotabaru. Di DPR RI ia diketahui berada di Komisi IV yang membidangi masalah energi, riset dan teknologi. 

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel Mardani H Maming membenarkan pengunduran diri dari Sulaiman Umar sebagai anggota DPR RI dan dari kader PDI Perjuangan. "Kami tunggu instruksi saja karena masalah PAW DPR RI itu urusan pusat," ujarnya.

Sebelumnya Syafruddin H Maming atau disapa Cuncung dari PDI Perjuangan juga mengundurkan diri dari anggota DPR RI untuk mengikuti Pilkada 2020 Tanah Bumbu, Kalsel.

Resmi Jadi Kader PKB Sejak Tahun Lalu, Arifin Noor, Wakil Wali Kota Banjarmasin Siap Turut Besarkan Partai

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengatakan masih belum mendapatkan SK rekomendasi untuk posisi struktural pengurus di PKB.

Namun sebagai kader PKB, sampai saat ini ia terus berupaya memberikan kontribusi terhadap partai. "Tetap berusaha berkontribusi," ujarnya.

Arifin menerangkan sebagai kader partai besutan Muhaimin Iskandar atau Gus Imin, dirinya sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada partai. Mengingat, ia juga baru menjadi kader PKB pasca pensiun dan maju dalam Pilkada Banjarmasin bersama Ibnu Sina.

Sebelumnya mantan Kadis PUPR Kota Banjarmasin ini, resmi bergabung sebagai kader partai PKB pada 12 September 2020. Ditandai dengan penyerahan secara resmi Kartu Tanda Anggota (KTA) oleh Ketua DPC PKB Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia. "Kami masih menunggu surat rekomendasi dari PKB," ucapnya lagi.

Dirinya juga menyampaikan komitmennya sebagai kader PKB, yakni membesarkan partai yang didirikan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tahun 1998 tersebut. (tim/maya)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only