INDEPTH NEWS: Seberapa Sigap Pemkot Banjarmasin Tangani Banjir? | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Jumat, 29 Januari 2021

INDEPTH NEWS: Seberapa Sigap Pemkot Banjarmasin Tangani Banjir?

NYARIS semua kabupaten/kota di Kalsel termasuk Banjarmasin dilanda banjir lebih sepekan lamanya. Jika kita membuka kembali sejarah, bencana banjir kali ini disebut merupakan yang terbesar dan terparah menerjang Bumi Sultan Suriansyah dalam beberapa tahun belakangan.

Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota terutama dalam penanganan pasca banjir yang mengakibatkan berbagai infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah dan rumah penduduk mengalami kerusakan.

Di Banjarmasin sendiri berbagai upaya dilakukan pemerintah kota untuk mengurangi volume air akibat banjir yang masih menggenang di sejumlah kawasan, meskipun beberapa kawasan banjir berangsur surut namun masih ada titik- titik dimana air masih menggenang.

Lalu seberapa sigap Pemkot Banjarmasin merespon banjir yang merendam lima kecamatan ini?

Tanggulangi Banjir Lewat Sedot Air

Berawal dari masukan warga di media sosial yang menyarankan adanya pompanisasi seperti DKI Jakarta, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin meningkatkan upaya penanggulangan banjir lewat sedot air.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR, Windiasti Kartika, memaparkan sebelumnya sudah ada bantuan puluhan mesin pompa dari Barisan Pemadam Kebakaran swasta di kota Banjarmasin, menurutnya hingga saat ini terdapat 20 buah mesin yang bekerja memompa air di beberapa titik di kota Banjarmasin.

Merasa harus menambah daya gedor, Dinas PUPR kata wanita yang akrab disapa Windi ini mesti melakukan pembelian pompa dumping 10 unit, mesin pompa itu diyakininya mampu menyedot volume air yang cukup besar dengan ukuran kapasitas 150 kubik per jam.
Pompa dumping 10 unit tersebut akan di gunakan ditempat titik-titik strategis. "Dua unit dibelakang tempekong, dua unit di sungai kramat, dan dua unit disamping Fly Over Sungai Guring dekat kawasan Kuliner Baiman, empat unitnya lagi disebarkan di beberapa titik," ungkapnya.

Windi mengatakan, proses pemompaan air banjir di Kota Bajarmasin juga mendapatkan bantuan pinjaman pompa dumping dari beberapa pengusaha berupa satu unit pompa ukuran 10 inc yang ditempatkan di sungai gardu dan berkapasitas 1.000 liter permenit. Diharapkan bisa menarik air yang ada di kawasan jalan Pramuka, Terminal KM6 dan sekitarnya.
"Kemudian datang dua unit pompa dumping lagi yang terdiri dari satu unit dengan kapasitas 1000 liter per menit dan satu unit dengan kapasitas yang jauh lebih besar yaitu 400-800 liter per detik. Dua mesin pompa ini digunakan untuk mempercepat turunnya air di kawasan jalan A Yani dan sekitarnya," papar dia.

"Semoga ikhtiar penyedotan menggunakan pompa ukuran-ukuran besar ini bisa memberikan hasil sesuai harapan kita semua yaitu mempercepat turunnya air banjir, " tambahnya.

Belasan Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Ditata untuk Tanggulangi Banjir dan Drainase

Belasan kios Pasar Kuripan akhirnya dibongkar oleh petugas gabungan Satpol PP, Dishub dan Pasukan Turbo Dinas PUPR Banjarmasin. 
Pembongkaran tersebut merupakan upaya Pemkot Banjarmasin menanggulangi banjir dan memperbaiki drainase, agar kawasan tersebut tak tergenang air.

Dengan menggunakan alat berat, belasan bangunan kios yang sudah disetujui untuk dibebaskan itu dibongkar. Setelah dilakukan pembongkaran, nantinya akan dilakukan penataan aliran sungai agar tidak menimbulkan terjadinya genangan air.

Pedagang Kios Pasar Kuripan Diberi Tempat Pengganti 

Pemkot Banjarmasin melakukan normalisasi aliran Sungai Veteran dengan membongkar 14 kios di Pasar Kuripan. 

Ibnu menerangkan salah satu penyebab banjir yang mendasar di kawasan Banjarmasin Timur. Salah satunya disebabkan penyumbatan aliran Sungai Veteran tersebut.

"Ayo kita sama-sama masyarakat kota untuk lebih memperhatikan kembali dampak adanya bangunan di atas aliran sungai," ajaknya.

Lantas bagaimana nasib para pedagang yang kiosnya dirobohkan? Pria yang mendapatkan predikat wali kota terbaik se-Indonesia ini mengatakan sesuai kesepakatan bersama, maka para pedagang diberikan tempat di dalam pasar untuk berjualan kembali.

Dengan harapan para pedagang tersebut bisa memanfaatkan kios barunya dengan baik. Karena ini, ujarnya, merupakan salah satu upaya penataan kota agar lebih tertata dan mencegah genangan air. 

Wali Kota Ibnu Sina Terbitkan SE Pembongkaran Bangunan di Atas Sungai

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1/2021, tentang pembongkaran bangunan di atas sungai untuk mengatasi genangan akibat banjir di kawasan perkotaan dan permukiman.
Tim mengumpulkan data titik mana saja yang terjadi penyumbatan termasuk tim bangunan yang langsung turun ke lapangan untuk melihat bangunan "nakal" yang berdiri di atas bantaran sungai atau menganggu drainase. 

Ibnu Sina juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan untuk normalisasi jangka panjang.

Ia menegaskan sesuai surat edaran yang telah diterbitkan, bagi bangunan yang berada di atas bantaran sungai agar pemiliknya segera melakukan pembongkaran.

Di dalam SE tersebut jelas tertulis butir kelima, bahwa jika dalam batas waktu yang ditentukan 2x24 jam bangunan tidak dibongkar, maka pembongkaran akan dilakukan Pemkot Banjarmasin. "Kita akan ambil tindakan sesuai surat edaran yang diterbitkan," tegasnya.

DPRD Kota Banjarmasin Turut Memonitoring 

Anggota DPRD KotaBanjarmasin turun langsung memonitoring pembongkaran kios pedagang kawasan Pasar Kuripan untuk normalisasi Sungai Veteran sebagai upaya menanggulangi air banjir yang masih menggenang.

"Bersama para pengusaha yang peduli  meminjamkan alat berat, kami turun langsung ke lapangan memulai upaya normalisasi sungai," ujar Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, HM Yamin.

Menurut Yamin, pembongkaran dan normalisasi aliran Sungai Veteran tersebut akan dilakukan hingga membuka akses sungai sampai ke alur Sungai Martapura yang bermuara di kawasan Jalan Tempekong.

"Kita berharap dengan upaya ini, air yang masih menggenang di permukiman sekitar dapat berangsur surut," jelasnya.

Hal sama diungkap Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali yang berharap proses normalisasi sungai dapat membuahkan hasil menanggulangi air menggenang akibat banjir sehingga pemkot dapat melakukan penataan kembali kawasan yang menurutnya area lahan yang sudah terbuka dapat dimanfaatkan untuk jalur hijau atau dijadikan taman.

"Lahan yang sudah terbuka dapat digunakan sebagai taman dan lainnya, ini untuk mencegah munculnya kembali bangunan yang bisa menghambat arus sungai, kami ingin fungsi sungai ini kembali lancar," terangnya

Buka Posko dan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sekitar 9.600 jiwa yang berasal dari 3.000 Kepala Keluarga (KK) dinyatakan sebagai korban dalam musibah banjir di Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina pun turun langsung ke lapangan untuk menyambangi pemukiman dan warga yang terdapat banjir. 

Ia menyambangi pemukiman penduduk dengan memberikan semangat dan juga memberikan bantuan kepada para pengungsi dan warga setempat.

Usai menyambangi pemukiman warga yang terendam banjir di kawasan Kecamatan Banjarmasin utara dan Kecamatan Banjarmasin timur, ia menyambangi pemukiman penduduk di kawasan Kecamatan Banjarmasin Selatan.

"Kita mendistibusikan bantuan untuk para pengungsi dibeberapa titik di Banjarmasin," ujarnya. 

Bantuan Untuk Warga Banjarmasin Terus Mengalir 

Hingga hari ke-13 penanganan bencana banjir di Kota Banjarmasin, bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak, terbaru dari perusahaan media elektronik yakni MNC yang berkolaborasi dengan Lotte Mart dan diserahkan melalui Pemkot Banjarmasin.

Secara simbolis bantuan diterima langsung oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Drs H Mukhyar dan PLT BPBD Kota Banjarmasin Budian Noor di Lobby Balaikota Banjarmasin.

Disela kegiatan itu, H Ibnu Sina mengungkapkan bantuan tersebut akan langsung disalurkan melalui 84 dapur umum yang di inventarisir langsung oleh BPBD Kota Banjarmasin dan tersebar di setiap kecamatan yang terdampak musibah banjir. "Ini hari ke-13, Alhamdulillah sudah mulai surut dan sebagian para pengungsi juga sudah kembali kerumah masing-masing," kata H Ibnu Sina.

Lanjutnya, oleh karena itu, Pemkot Banjarmasin akan tetap memfokuskan bantuan kepada tiga kecamatan yang masih terdampak bencana yakni di Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara.

Namun demikian, untuk dua Kecamatan lainnya yakni Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Tengah yang terdapat para pengungsi di dua kawasan itu tetap mendapat support dan bantuan dari Pemerintah Kota Banjarmasin.

"Sementara untuk Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Barat, walaupun tidak terdampak banyak tetapi ada sejumlah pengungsi di kawasan tersebut tetap kita support," ujar H Ibnu Sina. (maya/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only