Hadiri Pemutaran Film Layar Banjar, Ibnu Singgung Co-Working Space yang Bakal Dibangun | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Sabtu, 04 Mei 2019

Hadiri Pemutaran Film Layar Banjar, Ibnu Singgung Co-Working Space yang Bakal Dibangun


BERITABANJARMASIN.COM - Forum Sineas Banua menggelar pemutaran film Layar Banjar di Cafe Capung. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina yang turut mengapresiasi pembuatan film yang mengangkat budaya lokal tersebut, Jumat (3/5/2019).

Kepada BeritaBanjarmasin.com Ibnu Sina menuturkan apresiasinya terhadap pemutaran film tersebut. "Kita turut apresiasi film yang memunculkan ide baru mengangkat budaya lokal," tuturnya.

Dirinya juga menuturkan di Banjarmasin memiliki budaya sungai dan adat istiadat yang khas. Dengan adanya ide yang dimunculkan dari cerita lokal, bisa diangkat ke pentas nasional. "Banyak ide cerita lokal yang menarik yang bisa diangkat sekaligus dapat mengangkat potensi wisata di Banjarmasin," ujarnya.

Potensi yang dimiliki Forum Sineas Banua kata dia, sangat besar sehingga dari pemerintah kota sendiri akan membuat sebuah ruangan untuk bisa menjadi wadah yang bisa dimanfaatkan. "Rencana kita membuat sebuah co-working space atau untuk menjadi wadah yang bisa dimanfaatkan," ucapnya.

Dikutip dari voffice, co-working space adalah ruang kerja baru dimana pengguna bekerja dengan orang-orang lain dari perusahaan atau organisasi yang berbeda di satu tempat. Co-working space berasal dari bahasa Inggris yang berarti ruang yang digunakan untuk bekerja, menghasilkan karya secara bekerja sama baik antar individu maupun perusahaan yang memiliki latar usaha berbeda.

Co-working space mengedepankan konsep sharing atau berbagi. Dalam satu ruangan terdapat berbagai individu, komunitas, maupun perusahaan, khususnya start-up. Biasanya terdapat satu ruangan terbuka untuk digunakan bersama dan ruangan-ruangan kecil yang dapat disewa per individu atau per komunitas atau perusahaan.

Ditemui di lain sisi, Sarwani Muhammad selaku ketua pelaksana menuturkan program yang di inisiasi oleh Forum Sineas Banua ini bertujuan mengapresiasi karya film lokal. 

Streaming tersebut berlangsung di tujuh tempat. Pemutaran film ini dimulai pada tanggal 29 April-3 Mei dengan 20 film yang ditampilkan dari 18 komunitas yang penayangannya dibagi per slot.
Dalam pemutaran film ini juga dibuka donasi yang bertujuan untuk membantu para film maker. 

Dirinya menuturkan pada malam puncak Layar Film Banjar 2019 ditayangkan dua film yaitu Cerita Hantu dan Penganten Bini. "Film hantu itu shootingnya di luar daerah dan film makernya dari Banjarmasin yang tentunya juga tetap mengangkat budaya lokal," ungkapnya.

Dirinya juga berharap dari pemerintah daerah dapat membantu terciptanya ekosistem perfilman untuk streaming film alternatif atau film lokal. " Perlu wadah untuk streaming film alternatif atau film lokal untuk terciptanya ekosistem tersebut," jelasnya. (maya/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only