Berita Feature: Hujan, Era Disrupsi, dan Kisah Mang Fauzi, Driver Ojol Banjarmasin | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Jumat, 04 Januari 2019

Berita Feature: Hujan, Era Disrupsi, dan Kisah Mang Fauzi, Driver Ojol Banjarmasin

BERITABANJARMASIN.COM - Kapan kamu naik ojek pengkolan? yang bukan ojek daring alias ojek online (Ojol). Generasi milenial Banjarmasin mungkin mayoritas akan mengatakan sudah lupa, jarang, bahkan tak pernah. Inilah zaman dimana era disrupsi melanda unit-unit usaha yang tak terkoneksi dengan IT dan internet.



Mengutip Rhenald Kasali dalam bukunya The Great Shifting, diartikan dalam kehidupan sehari-hari, disrupsi adalah sedang terjadi perubahan yang fundamental atau mendasar. Satu di antara yang membuat terjadi perubahan yang mendasar adalah evolusi teknologi yang menyasar sebuah celah kehidupan manusia. Digitalisasi adalah akibat dari evolusi teknologi (terutama informasi) yang mengubah hampir semua tatanan kehidupan, termasuk tatanan dalam berusaha.


Digitalisasi, hingga merambah ke ojek menandai genderang Revolusi Industri 4.0, gelombang itu pun terasa pula di Banjarmasin. Dua raksasa aplikasi jasa angkutan daring seperti Gojek dan Grab menancapkan dominasinya di Kota Banjarmasin. Nyaris tak ada pesaing dalam bussiness model yang sama.


Namun, meski seolah tak tergoyahkan, di tataran paling basic, sebagai ujung tombak, para driver Ojol tetaplah berperan penting dalam bisnis yang mengundang kucuran dana dari Google dan Capital Venture besar dunia lainnya ini.


Kita tak akan membahas bussiness model ini pada tulisan kali ini. Kami di BeritaBanjarmasin.com mencoba masuk dalam tataran bawah. Melihat dan merasakan bagaimana para driver Ojol bekerja. Terutama dalam cuaca lumayan ekstrem dalam beberapa bulan ini. Hujan lebat disertai angin hampir setiap hari di Banjarmasin.


Jumat (3/1/2019) siang dalam cuaca yang cerah, tim BeritaBanjarmasin.com mencoba berbicara dengan salah satu driver Ojol di kota seribu sungai.


Mang Fauzi namanya. Ia adalah satu dari ribuan driver yang berlalu lalang di lintasan jalan Kota Banjarmasin. Sehari-hari lekat dan harus terus memantau telepon pintarnya saat sedang aktif. Maklum saja, tak ada order manual. Praktis semua lewat online. Tak online, ya tak ada order masuk. Pemasukan pun akan berkurang.


Ia pun setia menunggu order di telepon pintarnya, di sekitar kawasan Jalan Veteran, samping Duta Mall Banjarmasin. Daerah sana memang ramai, apalagi budaya shopping rupanya juga sudah merasuk di sebagian warga Banjarmasin. Dampaknya, order Ojol di kawasan ini tentulah: Ramai.


Bukan main! Anak generasi 90-an jelaslah cukup kagum dengan Ojol. Para driver Ojol sangat cekatan memainkan jari, membuka aplikasi, membalas chat pemesan, hingga menawarkan transaksi lewat pembayaran elektronik alias e-Pay. Satu kata: canggih! Sepuluh tahun lalu bahkan tak terbayang, ojek bisa naik kasta sekeren ini. Teknologi oh teknologi. Namun jangan lupa, inilah kuasa Tuhan.


"Musim hujan begini, gimana dampaknya untuk orderan?" kata kami kepada Mang Fauzi.
"Ada pengaruhnya lah. Tapi biasanya setelah hujan reda, order pesan antar makanan lebih banyak," jawabnya.


Saat hujan tiba, harus pintar mensiasati. Harus sedia jas hujan dan mengamankan telepon pintar. Sebab, jika terkena air, bisa repot. Semua data dan order hanya bisa dikulik dari perangkat itu. Tapi demi mencari rezeki yang halal Mang Fauzi, senang-senang saja. Asalkan "asap dapur" tetap mengepul.


Jika order banyak, poin demi poin akan terkumpul, Mang Fauzi bisa mendapatkan bonus. Ini bukan mudah loh ya. Karena sistem penilaian pelayanan dimonopoli pemesan. Jika pemesan menganggap driver kurang oke, mereka bisa memberi nilai bintang yang rendah lewat gawai mereka. Makanya, Mang Fauzi juga harus pintar-pintar berperilaku. Ya minimal senyum selalu terselip, meski lelah.


"Selain itu ada juga pengalaman kurang enak kalau hujan begini. Untuk menjangkau tempat pemesan (antar makanan) jadi sedikit lambat. (Yang sedih) saat pemesan membatalkan pesanan, padahal kita sudah hubungi dan pesan makanan," ceritanya lagi.



Untuk menambah pelayanan kepada pemesan Ojol, Mang Fauzi menyediakan jas hujan selalu. Selain melindungi jaket "hijau" seragam Ojol tempatnya bernaung, ini juga dipakai untuk penumpang yang order. Ingat, bagaimana pun juga pelayanan tetap nomor satu. Jika tak ingin track record anda di pusat data aplikasi jadi jelek. "Selalu bawa jas hujan," ujar dia.


Lalu di mana titik kumpul para driver Ojol di Banjarmasin? Terutama saat hujan. Dicecar dengan pertanyaan ini, dengan santai Mang Fauzi memberitahu. Biasanya ia dan teman-teman sesama driver memilih lokasi dekat keramaian, yang berpotensi banyak order. "Ya di sana biasanya kumpul," katanya.


Berhubung Mang Fauzi juga harus berangkat menjemput orderan, perbincangan kami akhiri. Dari seragam hijau dan helem hijau khas Ojol yang dibawanya, membuat imajinasi berkembang. Kira-kira apakah kelak sistem aplikasi angkutan daring ini akan dikelola pemerintah? Atau tetap di tangan swasta? Inilah era disrupsi, siapa tau nanti Pilpres juga bisa lewat sistem online, siapa yang tau? (maya/sip) 

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only