Respon Cepat, ACT Bangun Hunian Sementara Terintegrasi di Palu | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Sabtu, 03 November 2018

Respon Cepat, ACT Bangun Hunian Sementara Terintegrasi di Palu

PALU, BBCOM - Sandang, pangan dan papan menjadi kebutuhan penting bagi setiap warga negara apalagi saat terjadi bencana alam seperti banjir, gempa dan tsunami. Pemenuhan kebutuhan mendasar tersebut mutlak dipenuhi oleh pihak berwenang sebagai tanggung jawab terhadap sesama.


Menurut data yang dikumpulkan oleh BeritaBanjarmasin.com ini, gempa, tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala mengakibatkan 2.256 korban jiwa tewas, 74.978 unit rumah rusak dan 235.911 pengungsi baik yang masih berada di Sulawesi Tengah maupun diluarnya sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi mencapai Rp18,48 triliun.

Oleh karenanya, dalam memenuhi kebutuhan papan akibat bencana tersebut Aksi Cepat Tanggap (ACT) membangun Hunian Sementara Terintegrasi (Integrated Community Shelter/ICS) di Kelurahan Duyu, Palu. "Kita bangun enam hunian dengan fasilitas dapur umum, gudang dan masjid," tutur Dede Abdurrahman koordinator pembangunan ICS, Jumat (2/11/2018).


Pembangunan ICS, menurutnya sudah memasuki hari kelima dan pengerjaan paling cepat akan selesai dalam tiga pekan.
"Kita bawa pekerja dari Tasikmalaya dan  Yogyakarta dan relawan lokal yang berpengalaman saat terjadi gempa di Lombok," imbuhnya.

Pengerjaan ICS di Kelurahan Duyu sendiri sudah memperhatikan berbagai masukan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan assesment dari internal ACT. "Kita juga akan membangun ICS di Desa Lulo dan Wani." pungkasnya.

Kasmah, 51 tahun warga setempat mengaku bersyukur dan senang dengan adanya pembangunan ICS. "Rumah di sini ada yang miring bahkan retak semuanya," ujarnya kepada BeritaBanjarmasin.com. (ayo/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only