Kerjasama dengan NGO Prancis, ACT Bagikan 6600 Liter Air Bersih kepada Warga Palu | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Sabtu, 03 November 2018

Kerjasama dengan NGO Prancis, ACT Bagikan 6600 Liter Air Bersih kepada Warga Palu

PALU, BBCOM - Berbagai macam kesulitan pasti dialami ketika terjadi bencana alam, seperti yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, 28 September lalu. Apalagi jarang dalam kejadian bencana alam di Indonesia ketika gempa bumi dan tsunami juga diikuti oleh likuifaksi.



Likuifaksi sendiri istilah yang dipopulerkan oleh Allen Hazen (1920) yakni fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan, misalnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat. Ya, likuifaksi terjadi di Kelurahan Petobo dan Jono Oge, Palu, Sulawesi Tengah.


Dan, salah satu masalah saat pasca bencana adalah kekurangan air bersih. Hal tersebut dihadapi para relawan ACT saat ditemui oleh BeritaBanjarmasin.com di Kelurahan Duyu, Palu saat pengerjaan shelter (hunian sementara terintegrasi). Renaldy, 22 tahun, relawan ACT asal Palu menyatakan sudah seminggu mereka mengantarkan air bersih bolak-balik di beberapa tempat seperti Biromaru, Petobo dan Desa Jono Oge.


Kekhwatiran para relawan, menurutnya, karena mesyarakat menggunakan air hujan untuk keperluan sehari-hari. "Ini tidak sehat," jelasnya, Jumat (2/11/2018).


Masih olehnya, air tersebut diperoleh atas kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) dari Prancis yang menyediakan air bersih. "Setiap hari kita bagikan totalnya 6.600 liter," pungkas lelaki berperawakan subur tersebut. (ayo/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only