Gelar Lima Kali Pendampingan Psikososial, Akhirnya Penyintas Bencana Bisa Tertawa | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Sabtu, 03 November 2018

Gelar Lima Kali Pendampingan Psikososial, Akhirnya Penyintas Bencana Bisa Tertawa

PALU, BBCOM - Gempa, tsunami dan likuifaksi yang meluluh lantakan Palu, Sigi dan Donggala membuat Gubernur Sulawesi Tengah menerapkan masa tanggap darurat hingga 14 hari, berlaku sejak 28 September hingga 10 Oktober 2018 dan diperpanjang lagi hingga 14 hari kedepan, 24 Oktober 2018.


Dampak yang terlihat adalah traumatis yang di idap oleh penyintas bencana alam di Sulawesi Tengah. Karena masih dalam tahap kondisi tanggap bencana, beberapa lembaga kemanusiaan salah satunya Aksi Cepat Tanggap (ACT) menerjunkan dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, bidan, psikolog, driver hingga mahasiswa.

Syahbandi Relawan ACT Padang, Sumatra Barat saat BeritaBanjarmasin.com berkunjung ke pengungsian di Kecamatan Sinduwe memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak di sana. "Kita gelar pendampingan ini untuk menghilangkan ketakutan dan kepanikan mereka," tuturnya, Sabtu (3/11/2018).

Dari pantauan media ini, bentuk kegiatan pendampingan psikososial seperti mengajak bernyanyi dan bermain bersama. Menurut mahasiswa UIN Imam Bonjol itu, pertama kali mereka melakukan pendampingan psikososial, anak-anak terlihat begitu traumatik. "Sekarang sebaliknya setelah lima kali kita dampingi mereka sudah bisa tersenyum dan tertawa," ujarnya yang juga seorang trainer.

Ia berharap, walau kondisi pasca bencana belum stabil namun semangat belajar dan sekolah tetap harus prima. Senada dengan Syahbandi, Rosdiana 55 tahun senang sekaligus berharap Palu dan sekitarnya kembali kondusif. "Mudah-mudahan tidak ada lagi seperti ini karena korban begitu banyak," pungkasnya. (ayo/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only