Begini Pandangan Ustadz Taslim tentang Tradisi Ba Ayun Maulid | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Minggu, 18 November 2018

Begini Pandangan Ustadz Taslim tentang Tradisi Ba Ayun Maulid

BANJARMASIN, BBCOM - Tradisi Ba Ayun Maulid di Banjarmasin maupun di Kampung Banua Halat Kabupaten Tapin, pada tempo dulu dikenal dengan sebutan Ma Ayun Anak. Pada asal mulanya ma ayun anak adalah sebuah tradisi Banjar zaman dahulu, sebelum Islam masuk ke Banua Banjar.



Lalu, bagaimanakah pandangan Islam terhadap tradisi ini Ba Ayun Maulud yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal? Dai muda Banjarmasin, Muhammad Taslimurrahman Lc berujar tradisi yang dilakukan masyarakat di Banua ini dalam pandangan Islam merupakan kegiatan yang sah-sah saja untuk dilakukan.


Diuraikannya, pada awal sejarahnya memang merupakan kepercayaan tradisi, namun setelah ajaran Islam itu masuk kegiatan tradisi ini berubah, dari tradisi lama ke tradisi baru yang disebut Ba Ayun Maulud. "Jadi ini sah-sah saja dalam Islam. Kegiatan ini diawali dengan membaca kisah nabi dengan bahasa Arab, kemudian anak tersebut diayun," ujarnya kepada BeritaBanjarmasin.com, Minggu (18/11/2018).


Selanjutnya, Kepala Sekolah di MTs Arrahmatul Abadiyah ini mengutip buku “Tradisi Ba Ayun Maulud 12 Rabiul Awal di Masjid Keramat Banua Halat Rantau Kabupaten Tapin” yang ditulis Drs H A Gazali Usman, yang merupakan kakek Ustadz Taslim.


Diterangkannya bahwa sejak awal mulanya Islam masuk ke kampung ini, sekitar 300 tahun yang lalu, tradisi itu sudah berubah. Atas kearifan para alim ulama terdahulu yang mula-mula menyebarkan Islam ke kampung ini, mengalihkan tradisi-tradisi lama ke tradisi baru yang disebut Ba Ayun Maulud. Ba Ayun Mulud adalah Ma Ayun Anak yang dilakukan di dalam masjid pada Hari Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw tanggal 12 Rabiul Awal. Tradisi baru mengalihkan kepercayaan lama ke dalam Islam.


Bahwa anak sejak dini sudah dikenalkan kepada masjid dengan harapan semoga anak tersebut sepanjang hidupnya selalu ingat dengan masjid, maksudnya agar anak selalu salat ke masjid. Dan anak sejak dini diikut sertakan merayakan dan ikut bergembira atas Hari Kelahiran Nabi Muhammad saw, dengan harapan agar anak tersebut sepanjang hidupnya selalu ingat dengan apa yang diajarkan Rasulullah saw. (puji/sip)  

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
pop up banner