Tekan Angka Kecelakaan Lalin, Polda Kalsel Gelar Operasi Zebra Intan 2018 | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Rabu, 31 Oktober 2018

Tekan Angka Kecelakaan Lalin, Polda Kalsel Gelar Operasi Zebra Intan 2018

Kapolda Kalsel cek kesiapan personel Operasi Zebra Intan 2018/beritabanjarmasin.com
BANJARMASIN, BBCOM - Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Intan 2018, diikuti 511 pasukan gabungan dari Polisi, TNI dan Dishub di Lapangan Apel Mapolresta Banjarmasin, Selasa (30/10/2018).

Kali ini apel tersebut dipimpin langsung oleh, Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani. Dalam apel ini, selain dihadiri para pejabat utama Polda Kalsel juga dihadiri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Danrem, Danlanal, Danlanud, Jasa Raharja, Forkopimda Provinsi Kalsel serta peserta Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Intan 2018.

Irjen Pol Yazid Fanani dalam sambutannya berharap tingkat kecelakaan lalu lintas menurun dengan adanya operasi tersebut. “Dengan adanya Operasi Zebra Intan 2018 ini, saya berharap angka kecelakaan di banua bisa lebih ditekan lagi,” ucapnya.

Yazid menambahkan, apel digelar untuk mengetahui jumlah personel yang akan dikerahkan dalam operasi. Dia ingin operasi berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. "Apel ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan maksimal sesuai tujuan yang ditetapkan," ujarnya.

Kapolda Kalsel kemudian membacakan data tingkat kecelakaan lalu lintas tahun 2016 dan 2017. Dia menyebut tingkat kecelakaan lalu lintas itu menurun. "Perlu diketahui bersama bahwa data kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2017, sebanyak empat kejadian mengalami penurunan  83 persen dibandingkan periode sebelumnya," beber dia.

Penyematan pita tanda dimulainya operasi zebra intan 2018/beritabanjarmasin.com
Atas hal tersebut, dia meminta semua elemen untuk bekerjasama dalam menekan angka kecelakaan lalin. Menurutnya, persoalan lalin harus menjadi concern semua pihak.

"Dalam mengatasi permasalahan lalin tersebut, tidak bisa berdiam diri melainkan wajib melakukan berbagai upaya dalam hal ketertiban pengguna jalan," tuturnya.

Pada pelaksanaan Operasi Zebra yang digelar dari tanggal 30 Oktober hingga 12 November 2018 tersebut, ada beberapa prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran operasi, yakni Pengemudi menggunakan handphone, melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi/penumpang yang tidak memakai helm SNI, pengemudi yang menggunakan narkoba/mabuk beserta pengemudi yang melebihi batas kecepatan yang ditentukan. (edoz/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only