ISMI Kalsel Siap Dibentuk, H Hermani Abdurrachman: Agar Tak Dianggap Warga Kelas Dua Lagi | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Sabtu, 20 Oktober 2018

ISMI Kalsel Siap Dibentuk, H Hermani Abdurrachman: Agar Tak Dianggap Warga Kelas Dua Lagi

(kedua dari kiri) H Hermani Abdurrachman saat memberikan arahan pada rapat persiapan pembentukan ISMI Kalimantan Selatan/beritabanjarmasin.com
BANJARMASIN, BBCOM - Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh spekulasi dan perang dagang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Tiongkok serta terpuruknya rupiah mewajibkan  ekonomi Indonesia harus bertahan di tengah badai tersebut.

Melihat kondisi ekonomi yang sulit didorong rasa persatuan seluruh pengusaha muslim untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan, maka pada 12-13 Oktober 2018 lalu Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Pusat kembali memilih Ilham Akbar Habibie sebagai ketua umum untuk periode kedua.

ISMI yang diinisiasi empat ormas terbesar di Indonesia seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia ini bertujuan menjadikan ISMI sebagai wadah para pengusaha muslim Indonesia untuk konsultasi dan membangun jaringan dan kerjasama bisnis baik didalam maupun luar negeri sesuai kaidah islami. "Waktunya kita bersatu dan agar pengusaha muslim tak dianggap lagi sebagai warga kelas dua," tutur H Hermani Abdurrachman perwakilan dari ISMI Pusat kepada BeritaBanjarmasin.com, sesaat setelah rapat persiapan pembentukan ISMI Kalsel, Jumat (19/10/2018).

Sejak 2013, menurut mantan Dirut Bank Kalsel ini ISMI sudah berperan aktif dalam membangun persatuan seluruh pengusaha muslim. "Semoga di periode kedua kita bisa masif dan membuat organisasi wilayah di Kalsel dan turut pula di kabupaten/kotanya," ujarnya.

Terdata, ada beberapa organisasi wilayah ISMI se Indonesia yang baru berdiri seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh. "Di Kandangan dan Rantau sudah siap untuk deklarasi, tinggal menunggu kabupaten/kota lainnya di Kalsel," pungkasnya.

Senada dengan H Hermani, Hilmi Hasan pengusaha muslim Kalsel ini menyatakan umat muslim hanya sekitar lima persen yang melek terhadap ekonomi umat. "30 persen masih bimbang dan 70 persen memilih yang menguntungkan untung dirinya," ujarnya.

Selain itu, aktivis koperasi ini juga memberikan saran untuk memakai model koperasi sebagai salah satu cara untuk membangkitkan ekonomi umat islam. "Dalam koperasi tidak ada kata bangkrut yang ada hanya missmanajemen," ungkapnya yang sudah berkecimpung tujuh belas tahun di dunia koperasi. (ayo/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only