Metode Guru Sejarah MAN Tala Ini Bisa Dicontoh | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Minggu, 09 September 2018

Metode Guru Sejarah MAN Tala Ini Bisa Dicontoh

Hanafiyannor Tajeli (tengah batik biru) bersama siswa MAN Tanah Laut/beritabanjarmasin.com
PELAIHARI, BBCOM - Kegiatan belajar mengajar di ruang terbuka dianggap lebih efisien di zaman milenial daripada metode ceramah atau komunikasi satu arah yang dinilai monoton.

Terlebih jika belajar sejarah yang dinilai terkesan membosankan. Namun ketika siswa diajak untuk memperhatikan situs yang memiliki nilai sejarah akan membuat kombinasi proses pembelajaran yang unik dan menarik.

Hal tersebut di ungkapkan oleh pemerhati sejarah yang sekaligus guru sejarah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanah Laut, Hanafiyannor Tajeli, Minggu (9/9/2018). Ia menyebutkan peserta didik lebih efektif menjalani proses pembelajaran di luar ruangan dibandingkan dalam kelas.

"Siswa selalu kami variasikan proses belajarnya, jadi tidak terpaku di kelas saja, kami ajak mereka mengamati dan memperhatikan situs sejarah seperti Benteng Tabanio," papar staf pengajar MAN Tala yang akrab disapa Jali ini.

Jali mengatakan sering membawa siswanya ke tempat bersejarah, setidaknya ada tiga benteng di Kalsel yang sudah dijelajah oleh Jali beserta siswanya. "Benteng Tabanio Pelaihari, Benteng Belanda Mandiangin, dan Benteng di Pengaron sudah kami susur dan amati nilai sejarahnya," ujar Jali. Ia menambahkan perlunya pengetahuan siswa tentang sejarah lokalnya. Agar sejarah lokal tak terlupakan. (arum/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only