Demo di Kalsel Ricuh, Mahasiswa Rusak Fasilitas Negara | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Sabtu, 15 September 2018

Demo di Kalsel Ricuh, Mahasiswa Rusak Fasilitas Negara

SOLID : Peserta aksi berhadapan dengan kepolian di depang gedung DPRD Provinsi Kalsel/beritabanjarmasin.com
BANJARMASIN, BBCOM - Aksi unjukrasa mahasiswa Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) Kalsel menuntut pemerintahan Jokowi menstabilkan perekonomian akibat melemahnya nilai tukar rupiah diwarnai kericuhan, Jumat (14/9/2018).

Massa yang menggelar aksi demo di kantor DPRD Kalsel marah dan merusak sejumlah fasilitas negara yang berada di ruang rapat paripurna di lantai dua. Penyebabnya, aksi yang sudah berkali-kali dilakukan mahasiswa itu tidak mendapat respon dari anggota dewan.

Mahasiswa yang telah tersulut emosi pun marah dan kecewa. Mereka lalu mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas kantor, dan memecahkan papan nama hingga berhamburan.


RICUH : Kepolisian mencoba menangkap peserta aksi yang melakukan pengrusakan fasilitas negara/beritabanjarmasin.com
Melihat aksi perusakan itu, polisi tidak tinggal diam. Petugas dari satuan Dalmas tersebut bertindak dan mengamankan pendemo yang ingin membakar ban di halaman kantor DPRD Kalsel. Beberapa mahasiswa yang diduga sebagai provokator bahkan diborgol hingga total sebanyak 38 mahasiswa dibawa paksa oleh petugas ke Mapolresta Banjarmasin menggunakan truk polisi.


DIKURUNG : Peserta aksi diamankan dalam truk satgas anti premanisme/beritabanjarmasin.com
“Kita merasa terpukul dan kecewa atas perilaku adik-adik mahasiswa ini. Selama ini kami selalu merespon seluruh pihak yang ingin menyampaikan aspirasinya tapi bukan dengan cara seperti itu,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Yazidi Fauzi kepada awak media.

Dia juga menyayangkan, mahasiswa melakukan aksi perusakan. “Ruang sidang itu ruang kedaulatan rakyat. Seyogyanya mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan santun jangan seperti preman,” tutur Yazidi.

TEGAR : Dalam keadaan terkurung peserta aksi terlihat tidak terbebani/beritabanjarmasin.com
Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto mengatakan berjanji akan mengusut dan menindak tegas pelaku aksi unjukrasa yang berujung ricuh. Kumpulan mahasiswa ini membawa isu melemahnya rupiah yang dihubungkan dengan beberapa permasalahan lain di Indonesia.

"Kita adalah negara hukum. Semuanya harus berlandaskan hukum yang adil dan merata. Jadi saya tegaskan bahwa, siapa pun yang melanggar akan diproses," ucap Sumarto. (edoz/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only