Rembuknas 98, Angkut 50 Aktivis dari Kalsel hingga Sepakati Jokowi Dua Periode | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Senin, 09 Juli 2018

Rembuknas 98, Angkut 50 Aktivis dari Kalsel hingga Sepakati Jokowi Dua Periode

(kiri) Presiden RI Jokowi Widodo (kanan) Berry Nahdian Furqon Sekretaris NU Wilayah Kalimantan Selatan/beritabanjarmasin.com
BANJARMASIN, BBCOM - Sebanyak 50 aktivis Kalimantan Selatan berangkat menghadiri rembuk nasional (Rembuknas) aktivis 98 di Jakarta, pada Selasa (7/7/2018). 50 aktivis ini sebagian berasal dari perwakilan beberapa mahasiswa.

Masih jelas dalam ingatan peristiwa penting yang telah menggoyang sistem sosial dan politik Indonesia yakni gerakan mahasiswa yang berhasil memaksa rezim pada saat itu untuk mundur. Namun, ada harga mahal yang harus dibayar dalam proses penumbangan orde baru dengan banyaknya korban berjatuhan pada tragedi Trisakti, Semanggi I dan II.

Acara Rembuknas yang di hadiri 50 ribu aktivis 1998 pada 7 Juli lalu tersebut diharapkan menjadi awal konsolidasi untuk menguatkan ikatan dalam menjaga serta mewujudkan cita-cita bangsa. 

Sekretaris PWNU Wilayah Kalsel Berry Nahdian Furqon yang turut hadir dalam rembuk tersebut mengungkapkan, untuk  para aktivis yang berangkat menghadiri acara ini mampu terlibat aktif dalam mendorong dan menjalankan agenda kebangsaan di daerah seperti melakukan sosialisasi pentingnya menjaga persatuan ditengah keberagaman, aktif mengkampanyekan melawan hoaks, dan tetap kritis.

Selain Berry Nahdian Forqun, turut pula hadir Emi Lasari anggota DPRD kota Banjarbaru, Kisoworo Dwi C Direktur eksekutif WALHI Kalsel dan Rahmat Mulyadi aktivis lingkungan.

Sedikitnya ada 7 kesepakatan yang dibangun dalam acara ini, Pertama, tetap menjaga Republik Indonesia dari ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Kedua, melanjutkan perjuangan reformasi 98 terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam setiap lini kehidupan bernegara. Ketiga, menjaga reformasi yang sudah terbuka saat ini. Keempat, menolak penggunaan isu suku, agama, ras antar golongan (SARA) dalam praktik politik Indonesia. Kelima, mengusulkan dan akan terus memperjuangkan penetapan korban-korban jiwa 98 sebagai pahlawan nasional. Keenam, mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan tanggal 7 Juli sebagai hari Bhineka Tunggal Ika. Ketujuh, mendukung penuh Joko Widodo untuk menjadi presiden 2 periode. (puji/ayo)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
Banner iklan disini