Mati Sia-sia, Korban Miras 'Aldo' Terus Bertambah di Banjarmasin | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Sabtu, 14 Juli 2018

Mati Sia-sia, Korban Miras 'Aldo' Terus Bertambah di Banjarmasin

Wahyudi alias Anang yang terbaring selamanya di RS Bayangkara Banjarmasin, Sabtu dini hari (14/7/2018)/beritabanjarmasin.com
BANJARMASIN, BBCOM - Korban minuman keras (miras) oplosan terus berjatuhan, dan hingga Sabtu (14/7) dinihari sekira pukul 00.30 Wita, jumlah korban tewas mencapai 6 orang dan dicemaskan bisa terus bertambah.

Setidaknya masih ada 2 orang yang juga mengkonsumsi minuman keras buatan itu masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Banjarmasin. 

Wahyudi alias Anang, warga Jalan 9 Nopember RT 15 Kelurahan Banua Anyar, Banjarmasin Timur akhirnya menyusul lima temannya yang telah meninggal sehari sebelumnya, Sabtu dinihari (14/7/2018) sekitar pukul 01.00 Wita. 

Kematian Anang jelas menambah daftar korban tewas di Kota Banjarmasin. Sebelumnya, lima korban lainnya yakni Mas’un (43), Arif Rahman (22), Hadrani, dan Anang Ishak alias Gembol (48), Apriadi alias Saidi (26), Suryani alias Saidi meninggal karena dugaan serupa. 

Kanit Reskrim, Iptu Timur Yono yang ditemui di Mapolsek Banjarmasin Timur mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari asal Miras. 

“Iya benar ada korban yang meninggal lagi atas nama Wahyudi. Sedangkan berdasarkan pengakuan korban yang selamat, miras yang mereka konsumsi ialah alkohol 70 persen dicampur air putih, tapi kami tidak percaya begitu saja dan akan terus lakukan penyelidikan,” ujarnya. 

Korban yang dirawat di RS Hoegeng Imam Santoso (RS Bhayangkara) sempat dikabarkan membaik kondisinya setelah cairan dalam tubuhnya disedot untuk mengeluarkan zat beracun dari dalam. 

Namun karena dirinya merasa dalam tubuhnya panas, korban sempat berulang kali minta diberi minum air es dan terlihat gelisah. Sementara air keringat terus keluar dari tubuhnya. 

“Kemarin dia sempat membaik kondisinya dan bisa diajak bicara, namun kondisinya memburuk lagi setelah itu,” ujar Badriah, kerabat korban. 

Korban umumnya berusia muda, mulai dari 20 sampai 40 tahun. Diantara mereka pun sudah ada yang berkeluarga, punya istri dan anak-anak. 

Keluarga mereka menangis meratap. Tidak menyangka yang mereka kasihi meninggal dunia akibat miras oplosan. Kepergian itu sangat menyedihkan dan membawa luka yang dalam. 

Miras oplosan memang mengandung racun yang jelas membawa maut. Jangankan miras oplosan, miras non oplosan saja jelas berbahaya bagi kesehatan apalagi dikonsumsi secara berlebihan. 

Untuk diketahui, Tragedi tewasnya enam orang di Banjarmasin Timur berawal pesta Aldo (Alkohol Doang) di Jalan A Yani Kilometer 7 Komplek Bunyamin Residence Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Kamis (12/7) sekitar pukul 10.30 Wita. 

Kemudian Jumat (13/7) mengakibatkan lima orang warga Jalan 9 November RT 15 Banua Anyar Banjarmasin Timur, tewas dan satu kritis. Kelima korban keganasan Aldo itu adalah Arif, Anang Gembol, Bos Uun, Saidi Jepang dan Surya. 

Satu orang lagi, hingga saat ini masih dalam perawatan tim medis rumah sakit yakni Andriani. Kemudian, satu persatu korban mengalami kondisi sakit bagian lambung. 

Oleh pihak keluarga di rujuk ke Rumah Sakit Ansari Saleh dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin guna mendapatkan perawatan medis. (edoz/ayo).

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
Banner iklan disini