Film Asimetris Sorot 'Jahatnya' Industrialisasi Sawit di Indonesia | Berita Banjarmasin | Berita Kalimantan Selatan | Media Online Banjarmasin

Sabtu, 14 April 2018

Film Asimetris Sorot 'Jahatnya' Industrialisasi Sawit di Indonesia

Banjarmasin, BBCom - Kemarin malam, Jumat (13/04) berkisar pukul 21.00 Wita beberapa komunitas yang bergerak di bidang lingkungan dan sosial yang ada di Kota Banjarmasin seperti Nyawa Sungai, Forum Sineas Banua, Banjar Public Iniative dan Kakikota Banjarmasin menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film berjudul Asimetris.

Film garapan Dandhy Laksono dan Suparta Art yang di produksi oleh Watchdoc Documentary ini berkisah tentang dampak negatif industri Kelapa Sawit yang luasnya kini mencapai 11 juta hektar, seluas pulau Jawa. Selain Kalimantan, beberapa pulau yang disorot dalam film ini adalah Sumatra dan Papua.
Saat Nobar dan diskusi berlangsung di Sekre Banjar Public Iniative (Bpi) Banjarmasin, Jumat (13/04)/beritabanjarmasin.com

Sebagai pemantik diskusi yakni Direktur eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel Kisworo Dwi Cahyono dan Duta Lingkungan Hidup Banjarmasin Muhammad Iqbal.

Dalam paparannya Kisworo Dwi Cahyono atau Cak Kis panggilan akrabnya menyampaikan bahwa begitu banyak dampak buruk yang dihasilkan oleh industrialisasi sawit yang telah menyebabkan bencana lingkungan pada 69 juta jiwa manusia.

"Asap pada saat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi pada 2015 penyebabnya bukan karena masyarakat yang membakar namun karena industri sawit yang sudah merajalela di pulau Kalimantan dan Sumatra. Kalau asap ya dari dulu memang sudah ada tapi tidak seperti sekarang intensitasnya," jelasnya kepada hadirin.

Di akhir pemaparannya ia bersyukur pada malam itu banyak pemuda yang berhadir.

"Ini adalah bukti cinta para pemuda terhadap Banua yang sekarang sedang darurat tata ruang dan darurat bencana ekologis," pungkasnya.

Senada dengan Cak Kis, Muhammad Iqbal menghimbau kepada khalayak diskusi untuk sama-sama merawat dan menjaga lingkungan.

"Minimal kawan-kawan disini tidak membuang sampah plastik sembarangan dan menjaga  sungai sebagai warisan kelak untuk anak cucu kita," tandasnya.

Total yang terpantau beritabanjarmasin.com peserta nobar dan diskusi pada malam itu sekitar 100 orang dan acara tersebut berlangsung dengan interaktif, terlihat dari antusias dan tepat pukul 00.00 Wita baru selesai.

"Film nya mantap dan diskusinya asik, saya saat ngeliat jam terkejut ternyata sudah larut malam," ucap Rizky Altama salah seorang peserta diskusi.

Perlu diketahui pula pada hari Sabtu (14/04) bertempat di Kupi Datu Cafe Banjarbaru akan juga digelar acara nobar dan diskusi tentang film Asimteris. (arum/puji/ayo)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only