Semakin Banyak, Kehadiran Badut Jalanan Ditanggapi Akademisi ULM | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

VIDEO BERITA

Sabtu, 09 Januari 2021

Semakin Banyak, Kehadiran Badut Jalanan Ditanggapi Akademisi ULM

BERITABANJARMASIN.COM - Akademisi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Nasrullah tanggapi fenomena badut jalanan di Banjarmasin.

"Badut sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi lebih eksklusif pada acara-acara tertentu, memiliki skill menghibur dalam bercerita," ungkapnya saat dihubungi Beritabanjarmasin.com, Jumat (8/1/2021).

Namun, belakangan menurutnya ada pergeseran. Banyak orang sekarang bermodalkan kostum badut dan audio seadanya bertebaran di Jalan-jalan. Dengan gaya yang berbeda dengan seni badut sesungguhnya. 

Nasrullah menyebut ada beberapa hal yang melatarbelakangi fenomena badut jalanan di Banjarmasin. Pertama ikut-ikutan jadi badut, kedua space jalanan di kota dan luar kota memungkinkan mereka berada di tempat tersebut. "Terutama di trotoar atau pinggir jembatan yang memungkinkan jarak dekat antara pengendara yang melintas dengan keberadaan mereka," kata ia.

Yang ketiga cara baru meminta-minta berkostum badut dengan koreografi seadanya. "Sebab kalau mengamen mereka sendiri yang bernyanyi. Soal menjanjikan, saya kurang tahu pendapatan mereka," ujarnya.

Namun, tambahnya lagi, kalau melihat semakin banyak badut di jalanan hingga luar Kota Banjarmasin, seperti kawasan Handil Bakti jelas menjadi semacam prospek baru.

Menurutnya untuk menjadi badut jalanan diperlukan modal yang tidak sedikit untuk membeli atau menyewa kostum dan soudsystem yang mereka gunakan.

Meskipun sama-sama memiliki tujuam untuk mendapatkan uang, menurut Nasrullah pengamen biasa dan badut berada pada frekuensi berbeda.

"Pengamen jalanan perlahan-lahan bertransformasi sebagai musisi jalanan dengan perangkat akustik elektrik sebagaimana mereka menggunakan perempatan jalanan sebagai pentas," bebernya.

Keberadaan badut jalanan selama mereka hanya sebagai entertainer yang berharap uluran tangan bantuan pengguna jalan dan tidak menganggu, merupakan hal biasa.

Disitulah citra baik dan buruknya seorang badut jalanan tergantung bagaimana mereka memperlihatkan identitas diri di masyarakat, apakah sebagai badut jalanan atau peminta-minta dengan berkostum badut.

"Kalau sebagai badut jalanan, tentu skill mereka harus lebih bagus. Aksi individu dengan koreografi seadanya plus soundsystem dengan suara nyaris tak terdengar harus diperbaiki," tandasnya.

Selain itu, para badut jalanan harus menampilkan pentas badut jalanan yang atraktif, energik dan menghibur para pengendara atau pengguna jalan yang ingin hiburan. (fitri/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only