AS Laksana Berbagi "Jurus" Menulis Kreatif untuk Anak Muda di Banjarmasin | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

VIDEO BERITA

Senin, 18 November 2019

AS Laksana Berbagi "Jurus" Menulis Kreatif untuk Anak Muda di Banjarmasin

BERITABANJARMASIN.COM - Untuk membuat sebuah cerita yang menarik tentu bukan pekerjaan yang mudah. Ibarat pelukis, apabila cat yang digunakan jelek, tentu akan menghasilkan cerita yang buruk.  

Hal ini disampaikan langsung oleh penulis AS Laksana usai menggelar Menulis Kreatif bersama  puluhan mahasiswa Banjarmasin beberapa waktu lalu di Dispersip Kalsel. " Jadi begini maksudnya, tulisan itu menjadi bagus atau tidak. Ketika pikiran kita tertarik, ketika tidak tertarik maka dia akan menjadi membosankan," ucapnya.

Hal ini menurutnya akan berbeda  jika diberikan petuah atau nasihat tidak membuat menarik, sedangkan sebuah cerita membuat pikiran orang tertarik kalau di buat baik. "Kadang bikin ngantuk, tapi kalau kita mendengar cerita menarik kita bisa tahan misalnya ngobrol sama temen ceritanya bisa sampai pagi betah kita," katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan saat sedang mengobrol dengan teman di tempat ramai tentu akan banyak suara berbagai macam cerita dan tulisan. Nah, maka saat itulah bagaimana membuat cerita yang mampu menarik perhatian.

"Kalau kita menulis bagus, otomatis orang tertarik kesitu. Ketika ngobrol di cafe dengan cerita menarik teman kita akan konsentrasi dengan serius mendengar," jelasnya.

Selain itu, ia memberikan contoh cerita tentang kecemburuan. Dimana, cemburu isteri raja banyak orang ingin tahu di bandingkan cemburu isteri tukang tambal ban, tentu dalam hal ini penulis akan lebih memilih menceritakan kecemburuan di dalam istana yang akan melahirkan kudeta mempengaruhi banyak orang. 

"Tentang penghianatan itu kan dekat ya, mungkin didalam hidup saya, saya pernah dihianti. Oh saya pernah begini, karena pengetahuan yang kita baca dan dapatkan, sehingga cerita ini meyakinkan, meskipun kejadiannya diwilayah antah berantah, tetapi akan membawa emosi," pungkasnya.

Ia juga mengatakan medium seorang penulis ialah kata-kata dan huruf, seperti saat kita menulis kursi atau rumah maka yang terekam dalam fikiran kita bukan lagi kalimat atau tulisan kursi atau rumah melainkan bentuk, gambar, dari kursi dan rumah tersebut. (fitri/puji)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only