Mengilhami Kisah Isra dan Mi'raj Rasulullah Sebagai Nabi Sang Penembus Ruang dan Waktu | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Jumat, 15 Maret 2019

Mengilhami Kisah Isra dan Mi'raj Rasulullah Sebagai Nabi Sang Penembus Ruang dan Waktu


BERITABANJARMASIN.COM - Peringatan Isra dan Mi'raj adalah hari untuk memperingati perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, SAW ke surga yang hanya ditempuh dalam waktu semalam. Menarik jika kita menelisik lebih jauh perjalanan Rasulullah tersebut.

Ustadz Muhammad Taslimurrahman kepada BeritaBanjarmasin.com mengungkapkan bahwasanya Rasulullah dengan kita sama sebagai manusia. "Kalau diumpamakan seperti batu maka kita adalah batu kali sedangkan Rasulullah adalah batu mulia," ujarnya.

Tahun kesepuluh kenabian disebut dengan عام الحزن(Tahun Kesedihan) karena dua orang pelindung beliau berdakwah meninggal yaitu Siti Khadijah dan Pamannya Abu Thalib. Namun, pada momentum inilah Rasulullah mendapatkan keajaiban.  "Namun di saat itu juga beliau mendapatkan sebuah kejadian luar biasa yaitu perjalanan Isra dan Mi’raj," paparnya.

Perjalanan Isra dan Mi’raj ini diabadikan Allah dalam surah Al Isra yaitu perjalanan satu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Lalu beliau di Al Aqsha shalat bersama seluruh Nabi dan beliaulah yang menjadi Imam dan setelah itu naik ke langit melewati semua tingkatan langit dari yang pertama sampai ke tujuh.

"Dalam perjalanan ini Rasulullah banyak menyaksikan hal-hal yang luar biasa seperti siksaan bagi maksiat dan ganjaran bagi yang berbuat baik," ucapnya.

Tak sampai di situ, beliau juga sempat menengok surga dan neraka sampai akhirnya bertemu Allah untuk mendapatkan perintah shalat lima waktu.
Perjalanan yang sangat panjang ini hanya beliau tempuh dalam satu malam yang mana itu adalah sesuatu yang sangat mustahil. "Besok hari perjalanan beliau ke Palestina menjadi isu hangat di kalangan Quraisy," ungkapnya.

Berbagai tanggapan dari semua kalangan, hingga berita itu ditanyakan kepada Abu Bakar. Ternyata ketika mendengarkan cerita ini Abu Bakar langsung dengan tegas menjawab bahwa percaya apa yang dikatakan Rasulullah bahkan yang lebih dari itu pun beliau percaya sehingga mendapat gelar “As-Shiddiq” yaitu orang yang selalu membenarkan Rasulullah.

"Banyak hal yang bisa kita pelajari dari peristiwa luar biasa ini, seperti perintah shalat yang sangat penting bagi umat Islam karena Nabi langsung mendapat mandat dari Allah.  Yang sering terlupakan juga adalah salah satu obat kesedihan dengan rihlah atau bertamasya menikmati keindahan bumi Allah," paparnya.

Begitu luar biasa perjalanan Isra Mi’raj yang sangat sayang kalau dilupakan. Kalau ingin menikmati sensasi Isra Mi’raj maka sering-seringlah shalat munajat kepada Sang Pencipta maka itulah Isra Mi’raj yang bisa kita nikmati. (puji/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only