Banjarmasin Harus Jadi Kota Pendidikan Inklusif Terbaik | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Minggu, 07 Oktober 2018

Banjarmasin Harus Jadi Kota Pendidikan Inklusif Terbaik

Foto bersama usai kegiatan Sosialisasi Peran Orangtua Dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif/beritabanjarmasin.com 
BANJARMASIN, BBCOM - Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TP2A) Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah berpesan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, agar terus memperhatikan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, Sabtu (6/10/2018).

Pesan itu disampaikannya, setelah menerima masukan dari beberapa orangtua anak berkebutuhan khusus, yang merasa, beberapa tahun silam, anak-anak mereka menerima perlakuan kurang berkenan dari beberapa sekolah negeri dan swasta yang ada di kota ini.

Oleh karena itu di masa kepemimpinan Wali Kota H Ibnu Sina dan Wakil Wali Kota Banjarmasin H Hermansyah, ia menghendaki agar Banjarmasin benar-benar bisa menjadi kota yang memiliki pendidikan inklusif terbaik di Kalsel.

Terlebih, kata istri Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina ini lagi, saat ini di kota berjuluk seribu sungai ini telah cukup banyak sekolah negeri maupun swasta yang menyediakan guru khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus. “Banjarmasin sudah seharusnya menjadi kota dengan pendidikan inklusif terbaik di Kalsel.  Apalagi sudah punya Roadmap Kota Inklusif yang lebih baik,” ujarnya.

Itu disampaikannya usai memberikan materi dalam kegiatan Sosialisasi Peran Orangtua Dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Inklusif. Dalam kegiatan yang dihadiri Kabid Pendidikan, Disdik Kota Banjarmasin itu, Hj Siti Wasilah secara khusus berkomunikasi dengan para orangtua anak berkebutuhan khusus dari lima kecamatan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dari hasil komunikasi itu, wanita yang menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Banjarmasin ini kemudian menyarankan agar para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk membuat Forum Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus. “Kami menyarankan setelah kegiatan ini untuk dibentuk forum orangtua,” pungkasnya.

Dari pantauan, selain mendengarkan beberapa masukan dari para pemateri, kegiatan tersebut juga diisi dengan sharing dari beberapa orangtua tentang cara mereka memberikan pendidikan bagi anak-anak mereka yang memiliki kebutuhan khusus. (arum/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only