Waspada, Jangan Letakkan Dompet Sembarangan | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Selasa, 18 September 2018

Waspada, Jangan Letakkan Dompet Sembarangan

Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP Muhammad Rifai/beritabanjarmasin.com
BANJARMASIN, BBCOM - Penjambretan dan perampasan perlu diwaspadai. Dari sejumlah kasus di Banjarmasin, pengendara motor sering menjadi korban kejahatan jambret tersebut, khususnya kaum hawa.

Salah satu faktor utama alasan pelaku kejahatan melakukan aksinya karena kesulitan ekonomi. Pelaku kejahatan jalanan ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi kebanyakan, dilakukan oleh masyarakat di tingkat ekonomi bawah. Sedangkan pengangguran, menjadi salah satu golongan pelaku kejahatan jalanan yang sering meresahkan masyarakat itu.

Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP Muhammad Rifai dalam perbincangannya dengan wartawan BeritaBanjarmasin.com mengakui, besarnya biaya untuk memenuhi gaya hidup dan kebutuhan pokok sehari-hari menjadi pendorong tindak kejahatan jalanan ini terjadi. Meski memang tidak ada yang membenarkan perilaku menjambret.

"Dari berbagai kasus yang sudah ditangani polisi, pelaku kejahatan jalanan itu terjadi karena desakan ekonomi. Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari menjadi dorongan pelaku melakukan kejahatan," kata AKBP Muhammad Rifa’i.

Lebih jauh Muhammad Rifa’i menjelaskan, kejahatan jalanan kini tak lagi dapat diidentikkan dengan lokasi sepi dan dilakukan pada malam hari. Hal itu dibuktikan dari beberapa peristiwa penjambretan yang belakangan ini terjadi di Kota Banjarmasin. Kasus penjambretan itu justru terjadi di saat pagi dan siang hari dalam kondisi yang ramai.

Data terbaru menyebutkan, pelaku berinisial MIM melakukan aksi jambret di Jalan Belitung Darat, Belitung Selatan, Banjarmasin Barat, tepatnya di depan Bank BRI Belitung. Korban berinisial R mengendarai sepedamotor dan melintas di depan tempat kejadian, namun tiba-tiba dari arah belakang sebelah kiri pelaku memepet korban dan langsung menarik  dompet korban.

Dari kasus tersebut, para pelaku penjambretan berpikir kondisi jalan yang ramai justru memudahkan untuk lari dan lepas dari pengejaran. “Selain itu, kondisi jalan yang ramai dapat lebih mudah mengecoh korbannya. Jadi, waktu sibuk dan ramai bisa dimanfaatkan pelaku untuk beraksi,” tutur Rifa’i.

Polisi asli Mojokerto itu mengungkapkan, kejahatan jalanan seperti perampasan atau jambret banyak menyasar kaum hawa. Kondisi perempuan yang rentan (fisik) menjadi target pelaku karena dianggap tidak akan memberikan perlawanan. Selain itu, perempuan juga memiliki tingkat kewaspadaan yang kurang bahkan terkesan sembrono terutama saat berkendara.

"Kebanyakan wanita jadi sasaran karena memang wanita cara bawa tasnya itu unik, spesifik ditaruh di bahu, lengan, di motor sehingga si pelaku dengan mudahnya merampas tas," ungkap Rifa’i.

Namun tak semua perempuan diam saja saat jadi korban kejahatan. Di Jalan Ahmad Yani KM 4,5 Banjarmasin Timur, ada seorang mahasiswi yang berhasil menggagalkan aksi dua pelaku jambret, MM (20) dan TL (21) kala hendak merampas handphone miliknya.

Dua kasus di atas hanyalah bagian kecil dari sederet kasus kejahatan yang menimpa perempuan. Oleh sebab itu, AKBP Muhammad Rifa'i berharap kepada pengendara dan penumpang motor agar bisa menyadari kemungkinan bahaya terjadinya tindakan kriminalitas saat melintas di jalanan.

“Contoh, tidak menaruh telepon genggam atau barang berharga sembarangan seperti di kompartemen motor, apalagi memakainya selama berkendara. Intinya jangan sampai menarik perhatian pelaku kejahatan,” tegasnya. (edoz/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
Banner iklan disini