Disabilitas, Tak Halangi 6 Siswa Ini Menjadi Kontingen Kalsel Kepramukaan Tingkat Nasional | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Kamis, 02 Agustus 2018

Disabilitas, Tak Halangi 6 Siswa Ini Menjadi Kontingen Kalsel Kepramukaan Tingkat Nasional

Penyandang disabilitas perwakilan Kalsel saat dalam kegiatan Direktorat PKLK di Cibubur/beritabanjarmasin.com

BANJARMASIN, BBCOM - Enam orang pelajar penyandang disabilitas mewakili Kalsel dalam kegiatan Direktorat PKLK (Pendidikan Penguatan Karakter Anak Berkebutuhan Khusus) berbasis Pramuka di Cibubur, 31 Juli-3 Agustus 2018.

Meski memiliki keterbatasan, tak menghalangi semangat anak-anak ini dalam beraktivitas dan mengikut kegiatan pramuka.

Dalam kegiatan ini ada berbagai macam yang dilakukan seperti permainan edukasi (games tegak bendera, berkibar bendera, wawasan kebangsaan) karnaval, pentas seni dan wisata budaya. 

Tahun 2018, kemah karakter ini mengusung tema Kemerdekaan RI dengan Kearifan Budaya Lokal karena bertepatan menyambut kemerdekaan. 

Kemeriahan dari delegasi Kalsel saat acara PKLK di Cibubur/beritabanjarmasin.com
Sya Dina Fuji Utami, selaku pendamping dari SLBN 2 Martapura mengungkapkan bahwa anak-anak yang didampinginya begitu antusias mengikuti setiap kegiatan. "Tak ada halangan yang berarti, karena mereka melihatkan semangat yang luar biasa," ujarnya kepada BeritaBanjarmasin.com, Kamis (2/8/2018).

Layaknya seperti anak pada umumnya, anak-anak berkebutuhan khusus ini pun mengikuti seleksi daerah agar dapat mewakili kabupaten/kotanya untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut. 

Terpilihlah enam nama yaitu Alfina dari SLBN Marabahan, Putri Novita Debby dari SLBN 2 Martapura, Nur Fatimah Asmidayanti dari SLB-A Negeri 3 Martapura, Umar Nor Effendi dari SLBN 1 Tapin, M Yuliansyah dari SLB Plus Madana Dun Ya Banjarmasin, dan Edmonde Curolus Radja dari SMPLB YPLB Airmantan Banjarmasin.

Dari kegiatan kemah karakter ini harapannya anak-anak dapat menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, berjiwa Pancasila dan yang paling penting mereka bangga akan kondisi diri mereka sendiri, agar mereka tahu mereka sama berharganya seperti anak pada umumnya dengan keunikan mereka. "Kita ingin menumbuhkan karakter Pancasila dalam diri mereka dan tidak berkecil hati dengan kondisi yang sekarang," tandasnya. (puji/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only