Begini Penelitian Termal Sekitar Sungai di Banjarmasin | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Sabtu, 28 Juli 2018

Begini Penelitian Termal Sekitar Sungai di Banjarmasin

Akbar Rahman, Peneliti asal banua/beritabanjarmasin.com
BANJARMASIN, BBCOM- Hari Sungai Nasional jatuh pada 27 Juli lalu, ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 2011. Ketetapan ini termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011.

Adanya Hari Sungai Nasional diharapkan dapat membantu pemerintah untuk melakukan proses perbaikan pada sungai-sungai yang rusak dan tercemar di Indonesia. Terutama di kota Banjarmasin yang dijuluki "kota seribu sungai".

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh International Journal of Engineering Research and Technology (IJERT), Akbar Rahman, peneliti asal banua, meneliti tentang karakteristik dan evaluasi kenyamanan termal disekitar sungai Kota Banjarmasin (Characteristics and Evaluation of Thermal Comfort Around River in Banjarmasin City).

Dalam jurnal tersebut, dijelaskan, kerapatan bangunan di kota telah mempengaruhi iklim mikro perkotaan. Daerah perkotaan menjadi lebih panas daripada daerah pedesaan, yang dikenal dengan istilah pulau panas perkotaan (urban heat island). Karakteristik alam dan iklim perlu mendapat perhatian khusus.

Lebih lanjut, Akbar Rahman yang juga asli orang Kalimantan Selatan ini dalam jurnalnya menceritakan, penelitian yang ia lakukan di perkampungan sekitar sungai Martapura yang terletak di dua kecamatan, Kota Banjarmasin. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Kecamatan Banjarmasin Timur menghasilkan kesimpulan sebagai berikut, kenyamanan termal berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6572 di ruang terbuka (outdoor) memiliki perbedaan suhu efektif dititik minimum dan dititik maksimum antara ruang terbuka hijau dan ruang terbuka tanpa penghijauan (vegetasi) menunjukkan nilai signifikan. 

Vegetasi yang ditanam di sekitar bangunan memiliki pengaruh signifikan terhadap lingkungan termal bangunan. Vegetasi di sekitar sungai dan bangunan mampu menurunkan suhu efektif sebesar 0,7 derajat C ET. 

Suhu efektif, menurutnya, merupakan hasil perhitungan dari penggabungan nilai kelembaban udara, suhu udara dan nilai kecepatan angin. Hal ini menunjukkan bahwa sungai memiliki potensi untuk melakukan 'merekayasa' iklim mikro kawasan kota jika bisa direncanakan dengan baik. Sedangkan suhu efektif dititik minimal, suhu efektif terbuka tanpa vegetasi lebih rendah 1 derajat C ET pada kondisi tidak nyaman karena terlalu dingin sedangkan ruang terbuka dengan vegetasi pada kondisi nyaman. Hal ini lebih lanjut membuktikan vegetasi mampu mengontrol kondisi termal lingkungan agar tetap di zona nyaman. 

Kandidat doktor pada Universitas Saga ini menerangkan dalam papernya, suhu efektif dalam ruangan (indoor) memiliki perbedaan antara bangunan di tepi sungai dan bangunan yang berjarak lebih besar 100 meter dari tepi sungai. Perbedaan suhu efektifnya adalah 1 derjat C ET. 

Kondisi kenyamanan termal di bangunan yang memiliki ventilasi dan langit-langit lebih baik, sedangkan bangunan dengan bahan penutup atap dari seng sangat mempengaruhi kondisi termal bangunan dan lingkungan sekitar. Jika melihat kondisi bangunan di Kota Banjarmasin, bahan bangunan dari seng menjadi sangat dominan dan hampir setiap bangunan menggunakan bahan tersebut. Ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan termal lingkungan cukup panas, dan penyumbang urban heat island.

Selanjutnya, mengapa sungai memiliki potensi untuk mengendalikan termal lingkungan perkotaan? Karena sungai mampu menjadi aliran dan sirkulasi udara yang baik, dan suhu air juga mempengaruhi kondisi termal lingkungan.

Sebagai penutup, Bapak empat anak ini berpesan untuk menjaga sungai agar memberikan nilai yang lebih baik, tidak hanya sebagai aspek estetika namun juga aspek kenyamanan. "Mari kita belajar dari fenomena Kali Item disekitar permukiman atlet Asian Games di Jakarta saat ini, ketika sungai tidak dipelihara dan direncanakan dengan baik, maka memberikan efek yang tidak nyaman bagi kondisi lingkungan sekitar," pungkasnya kepada BeritaBanjarmasin.com. (ayo/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
pop up banner