Kembali di Demo Soal BBM, DPRD Kalsel Tantang Mahasiswa Bawa Data dan Bukti Konkrit saat Mediasi | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Rabu, 16 Mei 2018

Kembali di Demo Soal BBM, DPRD Kalsel Tantang Mahasiswa Bawa Data dan Bukti Konkrit saat Mediasi

Suasana Aksi Di DPRD Provinsi Kalsel/beritabanjarmasin.com
Banjarmasin, BBCOM - Badan Eksekutif Mahasiswa se Kalimantan Selatan yang terdiri dari ULM, Uniska, Stihsa, Stimik, dan Stia Bina Banua kembali gelar aksi massa menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalsel untuk segera merealisasikan tuntutannya dalam menanggulangi kelangkaan dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Demo yang dilakukan dihalaman gedung DPRD, pada Rabu (16/05/2018) berlangsung ricuh.

Ketegangan tersebut berawal dari salah satu mahasiswa yang ingin membakar ban kendaraan bermotor didepan gedung rakyat tersebut, namun dihalangi oleh pihak Kepolisian. Akhirnya emosi mahasiswa pun memuncak dan bersitegang dengan para aparat.

Menanggapi hal tersebut Wakil komisi III DPRD provinsi kalsel Syarifuddin Maming akan mempertemukan mahasiswa dengan pihak Pertamina agar bisa merealisasikan tuntutan mengenai kelangkaan dan kenaikan BBM.

"Saya akan mempertemukan mahasiswa dengan Pertamina, namun juga mahasiswa harus benar-benar memiliki data dan bukti akan laporan mereka terhadap Pertamina agar bisa diserahkan pada pihak berwajib," selorohnya.

Ia juga menghimbau agar mahasiswa bisa lebih bersabar karena semuanya perlu proses sesuai peraturan hukum yang berlaku.

"Saya berharap agar mahasiswa lebih bisa mengontrol emosi pada pertemuan nanti biar berlangsung damai dan lancar serta mendapatkan hasil yang terbaik," pungkasnya kepada beritabanjarmasin.com .

Sementara itu perwakilan massa aksi dari mahasiswa Toha menyampaikan bahwa DPRD telah gagal dalam menyuarakan aspirasi, bahkan menurutnya DPRD hanya jadi corong para pejabat.

"DPRD bukan perwakilan rakyat tapi dewan perwakilan pejabat," tuturnya.

Ketika diminta untuk membawa bukti dan data saat mediasi dengan pihak Pertamina mereka mengatakan akan selalu siap.

"Kami siap karena kami punya data dan kami turun ke lapangan langsung untuk wawancara kepada masyarakat, beberapa daerah yang sudah kita telusuri adalah Banjarmasin, Banjarbaru, Kotabaru, dan Barabai," tandas Wakil Presiden Mahasiswa BEM Uniska ini.

Ia dan massa aksi pun mewanti-wanti jika DPRD pada hari Kamis (17/05/2018) membatalkan pertemuan, massa aksi akan gelar bakar ban di depan gedung dewan. (arum/puji/ayo)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only