Naturalisasi : Solusi atau “Korosi” ? | Berita Banjarmasin | Berita Kalimantan Selatan | Media Online Banjarmasin

Senin, 12 Februari 2018

Naturalisasi : Solusi atau “Korosi” ?

(kiri-kanan-bawah : Igbonefo - Spaso - Beto Goncalves/@betogoncalves9/Syifa Fuadi/beritabanjarmasin.com)
Banjarmasin, BBCom - “Hari ini saya sangat bahagia bisa menjadi WNI. Sepertiga hidup saya tinggal di Indonesia, selama sekitar 12 tahun. Saya sangat respect kepada negara ini yang beri segala sesuatu untuk hidup saya. Banyak yang saya dapat selama hidup di Indonesia. Hari ini saya senang, keluarga dan teman-teman juga ikut senang. terima Kasih Indonesia dan masyarakat atas dukungan selama 12 tahun ini. Aku cuma cinta Indonesia.” 

Demikianlah sepenggal curahan rasa bahagia yang dituangkan oleh Alberto Goncalves striker tajam asal Brazil pada Rabu (7/2) melalui akun instagram pribadinya (@betogoncalves9) selepas dirinya sudah sah menyandang status sebagai WNI yang ditandai dengan terbitnya surat dari Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia. 

Striker tajam yang kini memperkuat Sriwijaya FC tersebut kian menambah panjang deretan pemain sepakbola yang mendapat status WNI melalui proses naturalisasi. 

Di Indonesia sendiri terkait pengaturan naturalisasi di atur dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganeraan RI. Dalam Pasal 9 UU ini disebutkan persyaratan yang harus dipenuhi warga negara asing jika ingin mengajukan permohonan pewarganegaraan, yakni diantaranya telah berusia 18 tahun atau sudah kawin; pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah RI paling singkat 5 tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut; serta dapat berbahasa Indonesia 

Selain itu ada pengecualian khusus yang diberikan pada orang asing yang telah berjasa .kepada RI atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberikan Kewarganegaraan RI oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan DPR RI, sebagaimana yang diatur pada Pasal 20 UU ini. 

Ini lah yang kemudian memberi jalan kepada pemain-pemain seperti Jhonny Van Beukering, Tonnie Cussel, Diego Michiels hingga Sergio Van Dijk bisa memperoleh status WNI dengan cepat karena memang diproyeksikan oleh PSSI untuk bisa langsung memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia kala itu. 

Terdengar asing kah bagi Anda beberapa nama tadi ? Ya, sebab tidak semua pemain yang mendapat proses naturalisasi dengan cepat ini bisa bersinar dan memiliki karir yang panjang, tidak sedikit dari mereka yang kini justru hilang dari peredaran. 

Tentu ini sangat disayangkan, terlebih mereka sejatinya di hadirkan untuk bisa meningkatkan kualitas dan prestasi timnas kita secara instan. Apa daya nyatanya kualitas mereka ada yang dibawah kualitas pemain lokal kita. 

Lalu bagaimana dengan pemain asing yang memperoleh status WNI setelah menghabiskan hampir 10 tahun atau lebih hidup mereka di Indonesia, apakah mereka mengajukan naturalisasi karena memang ingin memperkuat timnas Indonesia ? Jawabnya bisa iya, bisa tidak. 

Bisa iya, sebab pemain naturalisasi dalam kelompok ini lazimnya adalah pemain yang mengajukan pewarganegaraan karena memang telah jatuh cinta pada Indonesia. Sehingga mereka tentu akan dengan penuh rasa kebanggan jika akhirnya mendapat kesempatan untuk memakai jersey merah putih dengan lambang burung garuda di dada. 

Kemudian bisa tidak, sebab faktor lain mereka mengajukan naturalisasi adalah untuk kelancaran karir mereka di Indonesia. Karena dengan mengantongi status sebagai WNI tentu menjadi nilai jual lebih. 

Tim yang nantinya merekrut mereka akan mendapat keuntungan sebab dapat memakai pemain dengan kualitas impor tanpa harus memakai kuota pemain asing yang ditentukan oleh liga. Tak heran mereka selalu jadi incaran utama klub-klub besar di tanah air setiap bursa transfer pemain. 

Hal terkahir ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas suatu tim, utamanya untuk tim yang serius mengincar gelar juara. Sriwijaya punya Bio Paulin dan Beto, PSM Makassar dengan Guy Junior, Persib Bandung bersama Victor Igbonefo, Bali United dengan Stefanno Lilipaly dan Illija Spasojevic. 

Namun hal ini tentu tidak lepas dari pro dan kontra. Tidak sedikit yang beranggapan banyaknya pemain asing yang di naturalisasi justru hanya akan mempersempit kesempatan pemain-pemain lokal untuk unjuk gigi. 

Ambil contoh Madura United (MU) yang saat ini memiliki tiga pemain naturalisasi dalam timnya (Greg Nwokolo, Cristian Gonzales dan Raphael Maitimo). Jika tiga pemain ini ditambah dengan tim melengkapi kuota 3 + 1 pemain asing yang diperbolehkan maka MU kemudian memiliki tujuh orang dengan kualitas pemain asing. Dan jika ketujuhnya diturunkan secara bersamaan dalam sususan sebelas pemain awal maka hanya tersisa empat tempat tersisa untuk pemain lokal. 

Ya naturalisasi memang dapat menjadi jangka pendek untuk meningkatkan kualitas tim yang dibela secara signifikan, namun tetap perlu diingat bahwa pembinaan pemain sejak usia dini harus juga mendapat perhatian ekstra sebagai rencana jangka panjang demi terus majunya persepakbolaan tanah air.  [sf/ayo]

Daftar Pemain Naturalisasi*
Nama Pemain
Tahun Naturalisasi
Klub saat ini
Cristian Gonzales
2010
Madura United
Kim Jeffrey Kurniawan
2010
Persib Bandung
Diego Michiels
2011
Borneo FC
Tonnie Cusell
2012
-
Stefano Lilipaly
2011
Bali United
John Van Beukering
2011
Pensiun
Raphael Maitimo
2012
Madura United
Greg Nwokolo
2010
Madura United
Victor Igbonefo
2010
Persib Bandung
Bio Paulin
2015
Sriwijaya FC
Ruben Wuarbanaran
2011
-
Guy Junior
2016
PSM Makassar
Ezra Walian
2017
Almere City
Al Hadji
2018
-
Alberto Goncalves
2018
Sriwijaya FC
(*sumber fourfourtwo.com & wikipedia)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only