Dua Tahun Birin-Rudi, Gubernur Kalsel diminta Adil | Berita Banjarmasin | Berita Kalimantan Selatan | Media Online Banjarmasin

Rabu, 28 Februari 2018

Dua Tahun Birin-Rudi, Gubernur Kalsel diminta Adil

Banjarmasin, BBCom - Lembaga Swadaya Masyarakat Social Ekonomi Cultural Indonesia (SECI) adakan diskusi publik mengenai  "Review 2 Tahun Gubernur Paman Birin, Menanti Keadilan Pembangunan Ekonomi dan Sosial untuk Masyarakat Banua", bertempat di Gedung Dakwah NU, Kabupaten Banjar, Rabu (28/02).
(dari Kiri ke kanan) Budi Lesmana selaku moderator, serta para narasumber  M. Uhaib As'ad, M. Solikin, H. Didi Buhari, Aspihani Ideris dan Nasrullah AR/beritabanjarmasin.com

Menghadrikan  M. Uhaib As'ad Pengamat Kebijakan Publik dari kampus Uniska, Nasrullah AR tokoh muda NU Kalsel, H. Didi Buhari Ketua Umum SECI, Muhammad Solikin Pengusaha Kalsel dan Aspihani Ideris seorang Advokat.

Acara diskusi yang berlangsung hampir lima jam tersebut memberikan beberapa perspektif terhadap 2 tahun Kepemimpinan H. Sahbirin Noor dan H. Rudi Resnawan yang dilantik pada 12 Februari 2016 silam.

M. Uhaib As'ad membuka diskusi dengan memaparkan mengenai perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kalsel dan Persoalan tambang.

"IPM Kalsel sekarang mangkrak di posisi 25 dari 34 provinsi padahal kita tahu Kalsel penyumbang Rp. 300 Triliun kepada APBN total," ungkapnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh perwakilan Bappeda Kalsel yang berhadir bahwa memang betul IPM Kalsel tidak berubah dari posisinya yakni 25 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Senada dengan M. Uhiab,  Pengusaha Tambang asal Kalsel M.Solikin juga menyoroti tentang "pelacuran hukum" yang sekarang sedang marak terjadi di Banua.

"Ya saya harus katakan Pelacuran Hukum karena para penegak hukum yang bermain dengan para penguasa dan pengusaha," ujarnya.

Oleh karenanya ia pun berharap agar Gubernur Kalsel Paman Birin mampu bersikap adil dalam pengelolaan iklim usaha di Kalsel.

Sementara itu Ketua Umum SECI H. Didi Buhari lebih banyak menyoroti tentang ketimpangan pembangunan infrastruktur yang ada di Banua Anam (Daerah Hulu Sungai-red) dengan daerah Pesisir (Tanah Bumbu dan Kotabaru-red).

"Sekarang kita lihat saja banyak permasalahan yang terjadi di Banua Anam khususnya di Amuntai, padahal dari segi historis Banua Anam punya andil pada Kalsel saat pra kemerdekaan, terlebih kepadatan penduduk lebih besar di daerah sini dari pada di Pesisir. Mengapa yang dibangun infrasturktur seperti jalan Tol dan lain sebagainya hanya terpusat disana," selorohnya.

Nasrullah AR dan Aspihani Ideris bersepakat agar Paman Birin lebih mendengarkan semua pihak jangan hanya sebagian kalangan apalagi sampai bertindak anti-kritik terhadap masukan.

Diakhir sesi para narasumber menyampaikan bahwa forum ini ada karena penggiat aktivis di Banua sayang kepada Gubernur Kalsel dan Cinta terhadap Banua. [afs/ayo]

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only