Header Ads

Raih 83 Medali di Pesonas II 2026, SOIna Kalsel Naik ke Empat Besar Nasional

BERITABANJARMASIN.COM - Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Selatan menorehkan prestasi membanggakan pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kalsel berhasil menempati peringkat keempat klasemen akhir dengan raihan 83 medali, sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Dari total 83 medali tersebut, kontingen Kalsel berhasil mengoleksi 18 emas, 30 perak, dan 35 perunggu. Capaian ini menegaskan kemampuan atlet SOIna Kalsel dalam bersaing di tingkat nasional, sekaligus menjadi hasil positif dari pembinaan olahraga yang terus dikembangkan di daerah.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz melalui Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, M Anugrah, mengatakan hasil tersebut patut diapresiasi. Meski belum berhasil menembus tiga besar, Kalsel mampu bertahan di jajaran atas di tengah persaingan ketat antarkontingen.

“SOIna Kalimantan Selatan mengikuti Pekan SOIna Nasional yang dilaksanakan sejak tanggal 14 sampai dengan 18 Oktober di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Alhamdulillah, Kalimantan Selatan mempertahankan tren positifnya. Kita berada di papan atas, meskipun masih di peringkat empat, namun ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa karena saingan kita adalah kontingen besar dan juga kontingen tuan rumah,” ujar Anugrah, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan total raihan medali, Kalsel sebenarnya mengumpulkan lebih banyak medali dibandingkan tuan rumah NTT. Namun, NTT berhasil menempati peringkat ketiga karena unggul dalam perolehan medali emas dengan total 21 keping.

Dari sejumlah cabang olahraga yang diikuti, atletik menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Kalsel dengan raihan 12 emas, delapan perak, dan 10 perunggu. Disusul cabang renang yang menyumbangkan lima emas, 10 perak, dan 12 perunggu.

Sementara itu, cabang bulu tangkis turut menyumbang satu emas, empat perak, dan tiga perunggu. Cabang bocce menyumbangkan empat perak dan tiga perunggu, tenis meja meraih dua perak dan lima perunggu, sepak bola menyumbang dua perak, sedangkan senam ritmik meraih dua perunggu.

Anugrah menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet SOIna Kalsel memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berprestasi. Ia juga mengapresiasi upaya SOIna Kalsel dalam melakukan pembinaan secara berkelanjutan sehingga para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik di ajang nasional.

“Kami sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan SOIna Kalimantan Selatan dalam rangka pembinaan atlet SOIna di Kalimantan Selatan, dan ini merupakan bukti bahwa atlet kita bisa bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Menurutnya, hasil Pesonas II 2026 juga menunjukkan kemajuan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Semarang. Jika pada ajang terdahulu Kalsel berada di posisi 10 besar, kali ini kontingen Banua berhasil menembus empat besar nasional.

“Untuk peningkatan, sudah pasti ada, karena di Pesonas yang sebelumnya di Semarang, kalau saya tidak salah, kita berada di 10 besar saja, dan sekarang kita berada di empat besar karena kita juara empat,” jelasnya.

Di balik capaian tersebut, perjuangan atlet SOIna Kalsel tidak lepas dari tantangan perjalanan menuju lokasi pertandingan. Kontingen semula dijadwalkan tiba di Kupang pada 14 Oktober pukul 16.00 waktu setempat. Namun, beberapa kali penundaan penerbangan dari Banjarmasin maupun saat transit di Surabaya membuat rombongan baru tiba sekitar pukul 24.00.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri karena para atlet harus langsung mengikuti pertandingan pada 15 Oktober. Meski menghadapi keterbatasan waktu istirahat, semangat para atlet tetap terjaga dan mereka mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.

“Perjuangannya sangat luar biasa. Mereka sangat bersemangat dalam mengikuti pertandingan, padahal situasi yang mereka hadapi pada saat itu termasuk sulit. Tanggal 14 baru bisa landing di Kupang sekitar pukul 12 malam, dan besoknya tanggal 15 mereka sudah harus mengikuti pertandingan. Tapi alhamdulillah, kita masih bisa bersaing dengan atlet-atlet yang lain,” pungkasnya.

Dispora Kalsel berharap capaian ini menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan atlet SOIna, meningkatkan kualitas persiapan, serta mendorong prestasi yang lebih baik pada ajang berikutnya. Pesonas III sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2030 dengan Provinsi Sumatera Barat sebagai tuan rumah.

Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam membuka ruang bagi atlet bertalenta khusus untuk berkembang, berkompetisi, dan mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional. (MC Kalsel/tgh)

Sumber dan foto: Media Center Pemprov Kalsel

Tidak ada komentar

close
pop up banner