Header Ads

25 Guru Bahasa Inggris Banjarmasin Dilatih Susun LKPD Digital Berbasis Membaca Kritis

BERITABANJARMASIN.COM - Sebanyak 25 guru Bahasa Inggris SMA/SMK/MA di Kota Banjarmasin mengikuti pelatihan penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital untuk melatih kemampuan membaca kritis siswa. Kegiatan tersebut digelar di SMAN 13 Banjarmasin, Rabu (26/8/2026).

Pelatihan merupakan bagian dari Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Universitas Lambung Mangkurat Tahun Anggaran 2026. Kegiatan dilaksanakan oleh tim yang diketuai Dr. Jumariati, S.Pd., M.Pd., bersama Dr. Cayandrawati Sutiono, M.A., Dr. Moh. Yamin, M.Pd., dan Asmi Rusmanayanti, S.Pd., M.Sc., serta dua mahasiswa, Muhammad Adnan dan Salsabila.

Peserta merupakan pengurus dan anggota MGMP Bahasa Inggris SMA/SMK/MA Kota Banjarmasin. Pelatihan dilatarbelakangi kebutuhan guru terhadap bahan ajar yang dapat melatih siswa membaca secara kritis. 

Selama ini, guru dinilai masih banyak mengandalkan buku teks sekolah dan soal pemahaman bacaan. Sementara itu, bahan otentik dari lingkungan sekitar yang dapat digunakan untuk pembelajaran membaca kritis masih terbatas. Selain penyusunan LKPD, peserta juga diperkenalkan dengan teknologi digital flipbook menggunakan aplikasi Heyzine.

Ketua Tim PDWA, Dr. Jumariati, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru sekaligus menambah alternatif bahan ajar Bahasa Inggris yang memiliki muatan lokal.

Ia berharap kegiatan ini berdampak, khususnya untuk memperkuat kapasitas para guru Bahasa Inggris SMA/SMK/MA di wilayah kota Banjarmasin. "Untuk melengkapi alternatif LKPD Bahasa Inggris bermuatan lokal yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat sekolah di Banjarmasin dan sekitarnya,” ujarnya.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai konsep membaca kritis, asesmen membaca kritis, penyusunan LKPD, hingga digitalisasi LKPD menggunakan Heyzine flipbook.

Peserta kemudian dibagi dalam kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas lima orang. Setiap kelompok menyusun LKPD berdasarkan teks bacaan yang telah disiapkan tim pelaksana.

Kegiatan kelompok berlangsung selama sekitar 60 menit dengan pendampingan pemateri. Setelah sesi tatap muka, peserta melanjutkan penyusunan LKPD secara mandiri selama dua hari.

Proses penyelesaian tugas tetap dipantau melalui WhatsApp dan diskusi daring menggunakan Zoom Meeting. Produk yang ditargetkan berupa prototipe LKPD membaca kritis berbahasa Inggris untuk jenjang SMA dengan genre teks description, report, serta expository/analytical.

Ketua MGMP Bahasa Inggris SMA/SMK/MA Kota Banjarmasin, Riswan Irfani, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini, terutama dalam mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Mereka merasa senang dengan kegiatan pelatihan ini karena sangat relevan dengan kondisi sekolah sekarang yang sedang fokus pada TKA. "Kami perlu melatih para siswa untuk mengembangkan kemampuannya membaca kritis,” kata Riswan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan hingga menghasilkan produk LKPD atau buku yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran.

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Jika memungkinkan bisa dilanjutkan sampai ke produk akhir atau penerbitan produk buku/LKPD agar dapat kami gunakan untuk mengajar. (sip)

Tidak ada komentar

close
pop up banner