Ketika Belanda Takut Terhadap Kitabnya Datu Nafis Kalua | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Kamis, 13 Januari 2022

Ketika Belanda Takut Terhadap Kitabnya Datu Nafis Kalua

Makam Datu Nafis dan Kitab Durun Nafis, Sumber foto : reportase9.com


Datu Nafis (Syekh M. Nafis Al Banjari) adalah ulama besar Kelua, Kab. Tabalong. Beliau mengarang kitab Ad Durrun Nafis. Ternyata kitab ini sangat ditakuti oleh penjajah Belanda, ada apa ya?

Setelah ditelusuri, ternyata Datu Nafis sangat mendorong masyarakat melakukan jihad melawan penjajah Belanda. Beliau adalah seorang neosufisme (tasawuf pemahaman baru) yang sangat menganjurkan jihad melawan penjajah.

Maka dari itu, penjajah Belanda melarang masyarakat mengarang kitab Durun Nafis, karena khawatir kitab itu mendorong masyarakat melakukan jihad melawan penjajah.

Tak sampai disitu, Belanda pun melancarkan siasat buruk lainnya. Penjajah Belanda menggaet ulama yang tak sefaham dengan Durun Nafis. Lalu dibuat propaganda bahwa kitab Durun Nafis itu haram untuk dibaca dan dipelajari.

Maka diaturlah fatwa ulama yang mengatakan bahwa siapa yang belajar kitab Durun Nafis bisa menjadi sesat. Datu Nafis pun termasuk tokoh Islam yang mengalami pencekalan pemikiran seperti Ibnu Arabi dan Abu Mansyur Al Hallaj.

Datu Nafis adalah ulama kelahiran Martapura, namun wafat di Kelua, Kab. Tabalong. Beliau termasuk dzuriyat Sultan Suriansyah (pendiri Kesultanan Banjar)

Sumber : buku "Datu Datu Terkenal Kalimantan Selatan". Terbitan "Sahabat" Mitra Pengetahuan 2013. Sub judul "Datu Muhammad Nafis Kelua", halaman 64


Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
pop up banner