Bantu Atasi Bencana, ACT-MRI Antarkan Masker ke MAN Palangkaraya | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Rabu, 21 Agustus 2019

Bantu Atasi Bencana, ACT-MRI Antarkan Masker ke MAN Palangkaraya


PALANGKARAYA – Merespon kebutuhan masker di Kota Palangkaraya yang disampaikan oleh guru dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Palangka Raya, tim ACT MRI Kalsel segera bergerak mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa masker N95 pada Selasa (20/8/2019) kemarin. Sebanyak 250 buah masker dibagikan kepada para siswa dan guru.

“Sudah dua minggu asap tebal menyelimuti udara di sini. Kami khawatir anak-anak akan mengalami gangguan pernafasan kalau bernafas tanpa masker terus menerus,” ujar Ria Rafika, salah seorang guru di MAN Palangka Raya. “Masker sudah banyak habis di took atau apotik, jadi Saya meminta bantuan ke ACT dan alhamdulillah mendapat respon cepat,” lanjutnya. Ria berharap dengan masker yang dibagikan bisa mengurangi dampak penyakit dari kabut asap.

Informasi dari Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyebutkan berdasarkan catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Fire Hotspot per Kamis (15/8/2019) pukul 18.00 WIB sedikitnya ada 49 titik panas atau hotspot yang terdeteksi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). “Kondisi adanya titik panas ini berpengaruh terhadap kualitas udara di wilayah Kalteng masuk dalam  kategori sedang hingga tidak sehat,” ujarnya.

Relawan MRI ACT Muhammad Riadi yang menjadi komandan aksi menyampaikan bahwa kondisi asap di Kalimantan Tengah masih cukup ekat, Minggu (19/8). “Begitu kami masuk ke Kota Palangka Raya, jarak pandang hanya sekitar 50 meter. Kondisi ini merata,” kisahnya.

Namun pada besok pagi, imbuh Riadi, jarak pandang menjadi 100 meter karena malamnya terjadi hujan selama kurang lebih dua jam. “Hujan terjadi tidak merata dan hanya dua jam tidak banyak membuat perubahan berarti, karena kedalaman api di lahan gambut itu bisa berkisar 1 – 2 meter di dalam tanah,” terang relawan berperawakan tinggi kurus itu.

Menurut Riadi, meski kabut asap menipis namun bau asap malah semakin pekat. “Kami juga masih melihat titik-titik yang mengeluarkan asap, yang artinya kemungkinan masih ada api menyala di dalam tanah,” pungkasnya.

Dalam menjalankan aksi respon bencana asap tersebut, ACT-MRI Kalsel menggandeng komunitas yaitu BPK Emirat Banjarmasin dan relawan Borneo Palangka Raya. “Dengan kolaborasi maka penanganan masalah kemanusiaan menjadi lebih ringan, dan bencana asap memang akan bisa ditangani dengan kegotongroyongan. Kami ucapkan terima kasih kepada para komunitas yang sudah terlibat,” ujar Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin.

Zainal juga berharap makin banyak pihak-pihak yang mau bergandengan tangan bersama ACT Kalsel dalam menuntaskan masalah asap di Kalimantan. “Ini bukan hanya persoalan asap, namun bagaimana kita bersama-sama menunjukkan kepedulian kepada sesama yang sedang mengalami kesulitan. Ada ancaman penyakit yang menimpa saudara kita, maka mari kita atasi bersama-sama,” pungkasnya.

(ACT Kalsel – Retno Sulisetiyani)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
pop up banner