COVER STORY: Banjarmasin Plaza Smart City dan Gairah Startup | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Senin, 15 Juli 2019

COVER STORY: Banjarmasin Plaza Smart City dan Gairah Startup

Banjarmasin Plaza Smart City Resmi Dibuka.
BANJARMASIN Plaza Smart City baru saja diresmikan, Senin 15 Juli 2019 di lantai tiga Menara Pandang Siring Piere Tendean. Fasilitas ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi para pegiat startup, akademisi, maupun UKM untuk bisa saling berkolaborasi dalam sebuah tempat yang nyaman dan representatif. Namun akankah Banjarmasin Plaza Smart City (BPSC) ini akan mampu menjawab tantangan zaman? Menjawab gairah startup dan perkembangan ide wirausaha di Kota Seribu Sungai?

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dalam peresmian Banjarmasin Plaza Smart City mengatakan, Banjarmasin adalah salah satu dari 50 kota di Indonesia yang bakal bergerak dan bertransformasi menjadi kota pintar (smart city). Konsep smart city sendiri adalah sebuah rangkaian performa pemerintahan daerah yang menggabungkan teknologi dan pelayanan publik. 

Di Banjarmasin ada tiga aspek yang menjadi unggulan dalam program smart city. Tiga aspek itu adalah e-health, e-sampah, dan Banjarmasin Plaza Smart City. Ketiganya memadukan antara teknologi dengan pelayanan publik. Sehingga masyarakat bisa merasakan pelayanan yang lebih baik di bidang kesehatan, kebersihan dan wadah kolaborasi. "Jangan sampai Kota Banjarmasin tertinggal dari kota besar lainnya di Indonesia," katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfotik Kota Banjarmasin, Achmad Noor Jaya menjelaskan, Banjarmasin Plaza Smart City memiliki beberapa fasilitas. Dibangun agar bisa menjadi co-working space dan wadah kolaborasi. "Dilengkapi dengan internet cepat, meja rapat, enam buah komputer, ruang tamu dan smart televisi," paparnya.

Plaza ini akan difokuskan sebagai tempat pelatihan, rumah belajar, dan tempat kolaborasi aktivitas, semacam co-working space  yang ada di kota-kota besar di Indonesia.

Hal itu, merupakan tindak lanjut dari pengelolaan Galeri WUB yang sekarang sudah dibangun di Jalan A Yani KM4,5 tepatnya di bawah Fly Over Gatot Subroto. Orang nomor satu di kota seribu sungai itu pun, menekankan, untuk pertama Plaza Smart City tersebut, tidak dipungut biaya apa pun, namun selanjutnya akan ada retribusi sebagai pemasukan bagi daerah.

MENILIK CO-WORKING SPACE DI JAKARTA

Jika melihat co-working space yang ada di Jakarta, mengutip dari cnnindonesia.com, Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka coworking space (ruang kerja bersama) yang dijuluki Jakarta Smart City Hive (JSC Hive). Coworking space ini merupakan hasil kerjasama dengan EV Hive. Wilson Cuaca, Komisariss EV Hive Coworking Space menjelaskan bahwa ini adalah coworking space terintegrasi yang pertama di Asia Tenggara. Terintegrasi disini maksudnya adalah pelanggan bisa menggunakan coworking space Ev Hive di cabang manapun.


foto: loop.space
Untuk bekerja di Evhive, pengguna bisa melakukan pemesanan tempat dengan booking online. Tempat ini bisa disewa untuk bekerja, mengadakan acara, atau pertemuan. EvHive menyediakan beberapa tawaran paket berlangganan. Tiga paket yang ditawarkan adalah Flexi Desk, Dedicated Space, dan Private Office. Sesuai namanya, Flexi Desk menawarkan kebebasan menggunakan meja manapun di EvHive. 

Pengguna akan mendapat meja khusus jika berlangganan Dedicated Space. Sementara dengan Private Office, pengguna mendapat ruangan khusus yang bisa digunakan oleh 5-12 orang. EvHive juga memiliki Lounge Membership sebesar Rp300.000. 

Selain itu, JSCHive juga memberikan akses bagi pebisnis pemula ke beberapa software dan layanan dengan harga khusus. Misal software untuk manajemen sumber daya manusia dari glints.id dan talenta.co. Software pengelola keuangan dari jurnal.id dan jojonomic.com. Serta, layanan percetakan dari custombagus.com atau prinzio.com. Disediakan pula akses layanan infrastruktur cloud dan platform jaringan.

HARAPAN DI BALIK BPSC

Usai diresmikan, BPSC sendiri sudah menggandeng 40 komunitas di Banjarmasin. Beragam harapan diuratakan. Seperti yang disampaikan oleh Fajery Madjedi, salah satu penggagas startup diKelas Banjarmasin. Menurutnya ke depannya harus dibenahi secara teknis. Seperti jam operasional dan pengelolaan yang terevaluasi.

dok. facebook Komunitas StartUp Banjarmasin
Jika mencontoh di Jakarta misalnya, Pemprov DKI Jakarta menggandeng swasta yang berpengalaman mengelola coworking space. Sehingga bisa terkelola dengan serius dan tidak main-main. "Selain itu kalau bisa juga ada program inkubasi untuk para startup di Banjarmasin, sehingga bisa lebih terarah," ujarnya.

Selain itu, pengelolaam juga harus dipisahkan untuk event dan ruang kerja. Sehingga saat ada event, pengguna coworking space tidak terganggu, begitu juga sebaliknya. "Lebih bagus lagi kalau ada semacam galeri untuk mengenalkan startup yang ada di Banjarmasin, jelas sangat membantu sekali," ucap dia. (*)


Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only