Pasar Tradisional Terancam, Pengamat Sosial Kalsel Ini Angkat Bicara | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Jumat, 22 Maret 2019

Pasar Tradisional Terancam, Pengamat Sosial Kalsel Ini Angkat Bicara

Setia Budhi

BERITABANJARMASIN.COM - Dunia hari ini sedang menghadapi fenomena disruption (disrupsi), situasi di mana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linear. Perubahannya sangat cepat, fundamental dan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.

Disrupsi ini memicu lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif. Cakupan perubahannya luas mulai dari dunia bisnis, perbankan, transportasi dan sosial budaya masyarakat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Prodi Sosiologi, FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Setia Budhi, Jumat (22/3/2019).

"Penyebab dari itu saat ini kita sedang barhadapan dengan tuntutan yang semakin kuat dengan hanya tiga pilihan yaitu bertahan dengan masa lalu, cepat melakukan perubahan atau yang paling tragis adalah mengalami kepunahan," ucapnya kepada BeritaBanjarmasin.com.

Sebagai pengamat sosial dan secara spesifik bidang ethnografi dirinya berpendapat bahwa era disrupsi akan mendorong terjadinya digitalisasi sistem pada hampir semua aktivitas ekonomi dan bisnis dan juga aspek kehidupan manusia lain seperti hobi, fashion dan kebiasaan hidup sehari-hari. "Inovasi aplikasi teknologi seperti Gojek misalnya, akan menginspirasi lahirnya aplikasi sejenis dalam banyak bidang," paparnya.

Bukan khawatir, Setia Budhi berpendapat jika misalnya pasar tradisional yang sekarang sudah “berjibaku” melawan masuknya ritel, pasar modern, akan dengan mudah mati atau bahkan ditinggal pera pembeli. "Jika pasar tradisional itu tidak dengan cepat konstruksi sosialnya kita ubah, kita cari jalan keluarnya. Mulai ada pasar tradisional yang berteriak, sebab kehilangan pembeli," terangnya.

Itu sebabnya, lanjut alumni Universiti Kebangsaan Malaysia ini, pemerintah daerah, harus cepat berbenah, baik melalui regulasi, pembenahan sektor jasa jual belinya dan lainnya. Misalnya, bagaimana menjadikan pasar tradisional sebagai tempat wisata, dan orang juga mulai menggunakan aplikasi daring memesan barang di pasar tradisional, sebab keunggulan pasar tradisional adalah harga murah.

"Kita bisa memesan sayur di pasar tradisional hanya dengan menekan tombol aplikasi, dan barang murah dari penjual pasar tradisional itu tiba di rumah dengan selamat dan murah,$ demikian pungkas dosen yang hoby menulis ini. (puji/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
pop up banner