Camat se-Banjarmasin Dituntut Tingkatkan Layanan Masyarakat | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Kamis, 01 November 2018

Camat se-Banjarmasin Dituntut Tingkatkan Layanan Masyarakat

BANJARMASIN, BBCOM - Sebagai ujung tombak pelayanan publik, para camat dan lurah se-Kota Banjarmasin dituntut bisa menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Untuk itu, agar berjalan maksimal, Pemkot Banjarmasin melaksanakan kegiatan studi komparasi ke Pemkot Bandung.


Dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin H Hermansyah, para camat dan lurah se Kota-Banjarmasin mengunjungi Pemkot Bandung, untuk mengetahui tentang Program Inovasi Pembangunan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK).

Program tersebut, selain meningkatkan mutu pelayanan publik juga berimbas kepada peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Asisten Bidang Pemerintahan Kota Bandung, Dadang, PIPPK adalah program lama yang baru dilaksanakan Pemkot Bandung dimasa kepemimpinan wali kota saat ini.

Dalam proses bekerja saat ini, jelasnya, Pemkot Bandung menerapkan sebuah pola yang disebut 3 pilar yakni, desentralisasi, inovasi dan kolaborasi. “Dengan desentralisasi kegiatan-kegiatan yang tadinya ditangani oleh OPD-OPD, saat ini sudah banyak dikerjakan dikewilayahan, salah satu contohnya program PIPPK ini,” ujarnya, saat menerima kedatangan rombongan Pemkot Banjarmasin di Auditorium Pemko Bandung, Rabu (31/10/2018).

Diterangkannya, dengan adanya program PIPPK, maka setiap RW mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah Rp100 juta per tahun, LPM kelurahan Rp100 juta pertahun, PKK kelurahan Rp100 juta pertahun dan karang taruna kelurahan Rp100 juta pertahun. “Jadi tidak kurang dari Rp200 miliar Pemkot Bandung berikan untuk kegiatan PIPPK,” katanya.

Untuk pilar kedua yakni inovasi, katanya lagi, OPD di lingkungan Pemko Bandung setiap tahun minimal harus bisa menggulirkan satu inovasi. “Dengan konsep inilah dalam kurun waktu lima tahun, tidak kurang 350 penghargaan baik provinsi, nasional maupun Internasional kita raih, dan alhamdulillah kemarin kami mendapatkan 3 penghargaan dari LKPP,” ujarnya.

Sedangkan pilar ketiga yakni kolaborasi, ucapnya, adalah kegiatan pemerintahan yang berkolaborasi dengan unsur-unsur atau stakeholder di luar pemerintahan, baik dengan swasta, masyarakat, media maupun lainnya. “Inilah konsep yang dipakai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, mudah-mudahan hal ini bisa mempercepat proses pembangunan di Kota Bandung,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Banjarmasin H Hermansyah menyatakan sangat tertarik dengan program PIPPK yang dimiliki Pemkot Bandung.
Karena itu, ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut jajaran Pemko Banjarmasin dapat menyerap lebih banyak ilmu peningkatan pelayanan publik dengan Pemko Bandung. “Ini menjadi bekal kami nanti agar seluruh lurah dan camat dalam menjalankan pemerintah bisa lebih baik lagi dan lebih maju lagi, khususnya berkaitan dengan inovasi-inovasi. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bermanfaat untuk kita semua,” katanya. (arum/sip)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only