Selly dan Gita Dedikasikan Waktu Jadi Interpreter Difabel di Banjarmasin | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Kamis, 04 Oktober 2018

Selly dan Gita Dedikasikan Waktu Jadi Interpreter Difabel di Banjarmasin

Sellu dan Gita - Intrepreter/beritabanjarmasin.com


BANJARMASIN, BBCOM - Selly dan Gita, dua mahasiswa cantik Prodi Pendidikan Khusus (PKH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) rela mendedikasikan waktu menjadi interpreter penyandang disabilitas di Banjarmasin.
R
Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia tak terkecuali, mengingat kedudukan manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berinteraksi, mengidentifikasi diri, bertukar informasi dengan sesamanya.

Dimana salah satu alat untuk berkomunikasi itu adalah melalui bahasa sebagai objeknya. Tapi bagaimana yang terjadi jiika seseorang penyandang disabilitas pendengaran dan bisu?

Ya, kita bisa menggunakan bahasa isyarat untuk memperlancar komunikasi. Itulah kiranya alasan yang membuat Selly dan Gita menjadi interpreter bagi para difabel.

Mahasiswa semester lima ini berujar alasan mereka jadi interpreter karena penerjemah bahasa yang ada di Banjarmasin sangat minim. Dengan latar belakang pendidikan, mereka semangat untuk membantu keterbatasan komunikasi.

"Membantu untu bisa mensharing kata-kata dari luar. Karena manusia normal dan itu setara hanya berbeda dari cara komunikasi," ujar Selly kepada BeritaBanjarmasin.com, Kamis (4/10/2018).

Mereka berdua diangkat menjadi relawan gergatin tahun 2017-2020. Ketika ditanya terkait kendala selama menjadi interpreter mereka menuturkan bahwa adanya kosakata yang baru. Kata-kata baru ini yang membuat kami harus membuat isyarat yang baru lagi selain itu waktu untuk bertemu yang sedikit menjadi kendala sehingga akan lupa ketika lama tidak bertemu. Di samping itu, antusias yang minim dari para peserta untuk join mempelajari bahasa isyarat ini menjadi kendala terbesar selama ini. "Antusiasnya sedikit dari mahasiswa pun cuma ada beberapa orang saja," papar Gita.

Biasanya mengadakan pertemuan untuk mempelajari bahasa isyarat ini setiap hari minggu sore di Jalan Antasan Kecil Timur lebih tepatnya di tempat pencucian motor Uriep. "Ayo sama-sama belajar ikut belajar bahasa isyarat dan bantu mereka karena kita sama hanya saja mereka mempunyai kelebihan yang berbeda," tutupnya. (puji/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
pop up banner