okeee

okeee

» » Hujan Buatan Digelar Selama Kemarau


BANJARMASIN,BANUAONLINE - Hujan akhirnya semakin sering mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Selatan. Hal ini disebabkan oleh operasi teknologi modifikasi cuaca hujan buatan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kalimantan Selatan sejak Jumat (17/10) lalu.

Hujan buatan rencananya digelar hingga musim kemarau di Kalimantan Selatan berakhir. Nantinya, jika menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), daerah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tetap musim kemarau, maka hujan buatan akan terus dilakukan.

Suriadi, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalimantan Selatan menjelaskan, hujan yang mengguyur Kalimantan Selatan selama tiga hari belakangan ini merupakan hujan buatan. Proses hujan buatan dilaksanakan dengan menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU).
WOW-Pesawat Hercules Siap Tabur Garam.

Pesawat Hercules menabur garam Natrium Chlorida (NaCl) ke awan sebanyak enam ton agar awan berproses untuk menurunkan hujan. Pesawat Hercules sendiri baru datang dari Surabaya Jumat lalu. "Proses hujan buatan sudah dilaksanakan, Pesawat Hercules akhirnya beroperasi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah," ujarnya.
Selain itu, Kalimantan Selatan juga akan mendapat tambahan kekuatan untuk mengantisipasi
kebakaran lahan dan hutan berupa Helikopter Water Bombing. Helikopter tersebut mampu melakukan pemboman air di kawasan kebakaran lahan dan hutan yang susah dijangkau lewat darat. "Daya jelajah Helikopter ini lebih cepat, dan mampu membawa air untuk ditumpahkan di lokasi kebakaran secara langsung," paparnya.

Suriadi juga mengatakan, dengan menggunakan dana dari pemerintah pusat sekitar Rp 3 Miliar, proses hujan buatan akan terus berlangsung sampai musim kemarau berhenti. Tujuannya, agar jumlah titik api di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi nol. "Titik api kita totalnya mencapai 1.300 lebih. Harus dicegah agar tak ada lagi titik api, dan kabut asap dapat hilang," kata dia. Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) hujan buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Heru Widodo telah berjanji melakukan hujan buatan pada Jumat (17/10) lalu. Akhirnya janji tersebut ditepati.

Selain itu, pihak UPT hujan buatan BPPT pun menjanjikan akan mengirim pesawat CASSA dan Helikopter Water Bombing. Pesawat CASSA dan Helikopter tersebut untuk menambah kekuatan penanggulangan kebakaran lahan dan kabut asap di daerah penghasil batubara terbesar nomor dua di Indonesia ini.

TMC hujan buatan sendiri adalah usaha campur tangan manusia dalam pengendalian sumberdaya air di atmosfer untuk menambah curah hujan dan mengurangi intensitas curah hujan pada daerah tertentu untuk meminimalkan bencana alam yang disebabkan oleh iklim dan cuaca dengan memanfaatkan parameter cuaca.
Tindakan TMC di Indonesia juga sudah diatur dalam undang-undang. Seperti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dalam pasal 38 ayat 1, yang menyatakan bahwa pengembangan fungsi dan manfaat air hujan dilaksanakan dengan mengembangkan Teknologi Modifikasi Cuaca. (stp)

*foto beritakalimantan.co

About kalsel suara

Situs berita www.beritabanjarmasin.com adalah situs informasi dan hiburan bagi warga Banjarmasin dan sekitarnya. Berusaha menyajikan berita positif dan inspiratif.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
close
Banner iklan disini