Ketua BEM ULM: Banyak Mahasiswa Belum Tahu Urgensi Pemilu 2019 | Berita Banjarmasin | Situs Berita Data & Referensi Warga Banjarmasin

Jumat, 29 Maret 2019

Ketua BEM ULM: Banyak Mahasiswa Belum Tahu Urgensi Pemilu 2019

Ketua BEM ULM, Taufik Hidayat.

BERITABANJARMASIN.COM - Taufik Hidayat, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ULM Periode 2019 berujar masih banyak di kalangan mahasiswa yang sebenarnya belum mengetahui urgensi dari pemilihan umum dan politik menjelang Pemilu 2019 yang bakal digelar bulan depan.

Hal ini disampaikannya langsung pada BeritaBanjarmasin.com, Jumat (29/3/2019). Apa yang digunakan calon pemimpin yang akan mereka pilih untuk menuju kemenangan.
"Mahasiswa hanya melihat bahwa yang terjadi pada hari ini masih seputar mempertahankan kekuasaan dan merebut kekuasaan, masih belum sampai pada tahap negara ini akan dibawa kemana dalam lima tahun ke depan," ujarnya.

Dalam perjalanan menuju puncak pemilihan banyak sekali kegiatan yang dilakukan masyarakat umum untuk saling memberikan argumen terhadap pilihan mereka masing-masing tanpa mengetahui mekanisme atau pemahaman tentang pemilu itu sendiri.

Dikatakannya, poses pilpres pun telah berjalan beberapa bulan yang lalu dan Kontestasi politik pun kian memanas. Namun yang sangat disayangkan adalah, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan belum membahas hal-hal substantif dengan persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini.
Tapi justru melontarkan pernyataan kontroversial yang justru membuat publik semakin terpecah. "Sebagai contoh pada debat 17 Januari silam, masih belum terlihat adu gagasan, adu ide ataupun adu solusi," tegasnya.

Jika ini terus berlanjut menurut Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini menuturkan bahwa fanatisme dari kedua kubu akan semakin memanas dan perpecahan antar dua kubu pun akan semakin terlihat jelas.
"Akibatnya pun masyarakat banyak yang alergi dengan politik, karena yang terlihat dalam media-media hanyalah saling bantah-bantahan tanpa substansi," tambahnya.

Terlebih yang sangat disayangkan  sekali adalah di kalangan mahasiswa banyak mahasiswa yang masih belum mengetahui apa sebenarnya urgensi dari pemilihan umum dan politik. Apa gagasan-gagasan besar, ide-ide besar, dan solusi-solusi besar untuk negara ini belum menunjukkan hal-hal fundamental dalam debat tersebut.

Masih seputar hal-hal teknis yang seharusnya dibahas oleh dirjen, bukan menjadi pembahasan yang di angkatoleh calon presiden. Menurutnya calon presiden harusnya membahas hal-hal fundamental dalam bernegara untuk lima tahun kedepan dengan melihat realita Indonesia hari ini.
"Persoalan yang sedang dihadapi oleh negara ini masih sangat banyak, dan itu membutuhkan gagasan, ide dan solusi-solusi dalam penyelesaiannya," tandasnya.

Untuk itu, Taufik berharap KPU melaksanakan sebuah acara berupa dialog politik guna memfasilitasi peserta kampanye sesuai yang tertuang dalam Pasal 274 (2) UU Nomor 7 Tahun 2017 yang berbunyi: Dalam rangka pendidikan politik, KPU wajib memfasilitasi penyebarluasan materi kampanye pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang meliputi visi, misi, dan program pasangan calon melalui laman KPU dan lembaga penyiaran publik.

"Dialog tersebut agar dapat melibatkan mahasiswa se Kalsel dengan harapan nantinya mahasiswa akan mendengar pembelajaran tentang seputar pemilu serta solusi konkret seperti apa yang ditawarkan oleh calon pemimpin mereka nantinya untuk mengatasi masalah-masalah daerah terutama di Kalimantan Selatan," pungkasnya. (puji/sip)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only

close
pop up banner