Benarkah Pilrek ULM 2018 Sudah "Dikondisikan" ? | Berita Banjarmasin | Situs Berita Warga Banjarmasin

Kamis, 14 Juni 2018

Benarkah Pilrek ULM 2018 Sudah "Dikondisikan" ?

Ilustrasi Daddy Fahmanadie/beritabanjarmasin.com
Benarkah Pilrek ULM 2018 Sudah "Dikondisikan" ?

BBCOM, Oleh Daddy Fahmanadie, S.H., LL.M.*)

Setelah proses penjaringan tiga besar dari empat bakal calon Rektor Universitas Lambung Mangkurat maka tersebutlah hasil tiga orang calon Rektor yaitu Hadin Muhjad, Zairin Nor dan Sutarto Hadi.

Sebagai warga ULM saya tentu melihat proses ini sebagai bagian dari kebutuhan lembaga yang mencari sosok figur pemimpin yang lebih baik serta bisa memajukan institusi secara team work bahkan menjadi sosok leader berintegritas.

Dalam pemilihan ini kapasitas para calon dan profile secara akademis dan birokratis mumpuni, tapi satu yang terlupakan seyogyanya masing-masing calon membuka keterbukaan informasi publik terhadap dirinya yang ingin menjadi pemimpin bagi universitas tertua di Banua tercinta ini, dalam hal kepemimpinan keterbukaan informasi calon baik dari sisi profile dan harta kekayaan penting diverifikasi.

Proses transparansi juga mesti dipantau pihak independen, sayangnya dalam pemilihan Rektor ULM tidak melibatkan pihak independen sehingga dalam prosesnya baik internal maupun eksternal selalui dihantui masalah kecurangan dalam proses pemilihan. Masih teringat proses pemilu Rektor ULM 2014 dimana saat itu juga terindikasi kecurangan monopoli suara oleh oknum utusan Menteri terhadap salah satu calon sehingga cukup menuai polemik yang tajam.  Baru-baru ini kembali terjadi dugaan kecurangan di pemilihan tingkat penjaringan yang diduga terjadi jual beli suara untuk anggota senat yang mendukung calon tertentu yang menggunakan dana Islamic Development Bank (IDB) dan pengkondisian melalui karantina di salah satu hotel. Jika dugaan ini terjadi maka pilrek memang sudah "dikondisikan", proses demokrasi di Perguruan Tinggi di rasuki kepentingan dengan menggunakan cara-cara koruptif baik itu jual beli jabatan atau politik uang. Saya berharap semoga dugaan ini salah.

Namun, menguatnya pemberitaan oleh media dan media sosial sudah sepatutnya memberi perhatian yang cukup serius terhadap masalah ini dan jika terbukti harus dituntaskan.

Tak lupa pula penulis sampaikan, kepedulian mahasiswa sebagai ujung tombak reformasi sangat dibutuhkan untuk menyuarakan aspirasi dalam pemilihan Rektor ULM yang terindikasi kecurangan tersebut.

Sebagai alumni, tentu saya bertanggung jawab untuk menyikapi dan menyuarakan hal ini, asas praduga tidak bersalah tetaplah di kedepankan namun proses untuk menuju kepastian dan keadilan proses pemilihan juga lebih diutamakan sehingga jika masalah ini berlarut-larut tanpa perhatian seluruh pihak terutama Menristekdikti maka tentu pilrek ULM akan kembali menjadi catatan kelam dalam  proses pemilihan nantinya.

Sejatinya menjaring pemimpin bukanlah hal mudah namun kompetensi dan rekam jejak calon merupakan hal yang patut dipertimbangkan. Akhirnya semoga di bulan Juli ULM memiliki pemimpin yang benar-benar berintegritas, amanah dan mengutamakan akhlak dalam memimpin.*

*)Alumni ULM dan Dosen tetap di FH ULM

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only