Pemerintah Kota Banjarmasin Target 90% Realisasi Imunisasi Virus Rubella | Berita Banjarmasin | Berita Kalimantan Selatan | Media Online Banjarmasin

Kamis, 28 Juni 2018

Pemerintah Kota Banjarmasin Target 90% Realisasi Imunisasi Virus Rubella

Ibnu Sina saat lakukan tanda tangan komitmen bersama kampanye vaksinasi virus rubella/beritabanjarmasin.com
BANJARMASIN, BBCOM - Dalam rangka menanggulangi tersebar virus rubella yang bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti kebutaan, katarak, dan kepala kecil, Dinas Kesehatan bersama pemerintahan kota Banjarmasin menargetkan 90% bisa terealisasi imunisasi rubella.

Ya, rubella atau campak Jerman merupakan penyakit menular atau infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit. Umumnya rubella ini sering terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat vaksin campak dan gondok. Tidak hanya anak yang dapat terserang, tetapi orang dewasa pun ikut terkena penyakit ini. Pada ibu hamil, penyakit ini bisa menyebabkan kematian janin atau cacat bawaan yang dikenal sebagai sindroma rubella kongenital (CRS). Data WHO menyebutkan, sedikitnya 100.000 bayi di dunia lahir dengan CRS setiap tahunnya. Tidak ada pengobatan khusus untuk rubella, namun penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.

Penularan utama dari penyakit ini dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagai makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika menyentuh mata, hidung, atau mulut anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.

Dalam sambutannya, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengimbau untuk masyarakat Banjarmasin bisa berpartisipasi dalam program nasional tersebut. "Masyarakat bisa berperan serta dalam program ini terutama anak anak kita," ujarnya.
Ketua TP-PKK Kota Banjarmasin Siti Wasilah juga ikut tanda tangan/beritabanjarmasin.com
 
Kepala Dinas Kesehatan kota Banjarmasin Hj Anis Suroyo mengatakan, Kalimantan selatan banyak membutuhkan vaksin tersebut. "Dinas Kesehatan akan mengerahkan 200 petugas dalam pelaksanaannya selama dua bulan, terhitung dari tanggal 1 agustus hingga akhir September 2018 mendatang," tandasnya kepada beritabanjarmasin.com.

Hal senada, disampaikan langsung ketua bidang fatwa MUI kota Banjarmasin Syaifullah Abdussamad bahwa Islam membenarkan imunisasi karena memberikan manfaat. "Imunisasi itu halal karena melindungi manusia dari penyakit ujarnya. (arum/ayo)

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only