Senin, 28 Mei 2018

Merekayasa Masa Depan Indonesia Lewat Pendidikan


Ilustrasi Pendidikan data diolah oleh Zulfian/beritabanjarmasin.com

BBCOM
, Oleh Reja Fahlevi*)

Pendidikan adalah Pondasi sebuah bangsa, dan salah satu aspek yang menentukan kemajuan dari suatu bangsa adalah tingkat pendidikan warga negaranya. Di Indonesia masalah pendidikan menjadi satu masalah yang belum bisa teratasi sampai saat ini. 

Faktanya, pendidikan masih belum merata diseluruh wilayah negara Indonesia, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak juga masih terbatas bagi kalangan yang mampu saja. Padahal dengan Pendidikan kita bisa merekayasa masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik untuk menjadi sebuah negara yang maju. 

Menurut hemat penulis, Bangsa Indonesia memerlukan sedikitnya tiga jurus jitu bila ingin menjadi bangsa yang maju. Mengapa ? saat ini ada tiga lapis perkembangan masyarakat kita yang masing-masing memerlukan strategi yang berbeda.

Pertama, mereka yang berada dilapis terbawah, yakni mereka yang masih terpuruk dalam kemiskinan.  Kedua, di level tengah, ada mereka yang sudah mulai membangun, tapi masih menemui kesulitan bersaing di level global. Ketiga, mereka yang telah memiliki kesiapan dan kapasitas untuk bersaing dilevel global dan menjadi pemenang di sana. 

Ketiga kategori masyarakat ini harus mendapatkan strategi pembangunan yang sesuai dengan kondisi masing-masing, bahkan perlu ada sebuah percepatan paralel yang ditujukan untuk ketiga tingkat masyarakat tersebut. 

Strategi yang pertama di lapisan masyarakat bawah adalah memastikan bahwa mereka yang ada di bawah garis kemiskinan mendapat hak mereka sebagai rakyat, yakni hak mendapatkan pendidikan.  Dalam hal ini akan berdampak positif bagi lapisan di atasnya. Ketika hak-hak dasar ini terpenuhi, situasi sosial politik akan lebih stabil.  Di tingkat ini, campur tangan pemerintah untuk menyediakan kebutuhan dasar seperti pendidikan sangatlah penting. Sekaligus merupakan pembebas mereka dari lingkaran setan yang selama ini selalu membelenggu. Bagi lapisan masyarkat bawah harus diterapkan program-program yang dapat membuat mereka bertahan. Jika tidak mereka akan selalu berkutat dalam kemiskinan dan putus sekolah. Oleh karena itu, pemerintah mesti terlibat untuk membantu mereka.

Di lapisan masyarakat menengah, adalah mereka yang sudah mulai membangun, tapi masih menemui kesulitan bersaing di level global. Maka strateginya meningkatkan kapasitas mereka agar dapat memperkuat daya saing untuk menyongsong kompetisi global yang kian ketat.  Untuk itu, setidaknya ada dua aspek penting yang diperhatikan seperti memajukan pendidkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur pendidikan. 

Di lapisan masyarakat atas, biasanya aktor-aktornya memiliki kapasitas dan inisiatif yang cukup, sehingga lazimnya campur tangan pemerintah pun tidak terlalu dikehendaki. Maka di lapisan ini starategi pembangunannya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.

Selain itu, merekayasa masa depan Indonesia lewat pendidikan, perlu pula dengan meningkatkann tiga hal ini secara bersamaan, yaitu aksesibilitas, keterjaungkaun, dan kualitas. Dengan kata lain masyarakat harus diberi akses seluas-luasnya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang mampu mereka bayar.

Siapa yang mendapat masa depan adalah mereka yang terdidik, siapa yang tidak terdidik adalah mereka yang “secara ekonomi rendah” dan secara “geografis tak terjangkau”, ini adalah dua komponen penting dalam masyarakat yang selama ini masih terabaikan.

Sementara jelas bahwa negara ini tidak hanya bercita-cita namun secara bersamaan juga berjanji untuk mensejahterakan dan mencerdaskan anak bangsa, tak penting apa sukunya atau rendah ekonominya yang terpenting mereka harus tercerdaskan. Kita tidak boleh lagi melihat persoalan ini dari kejauhan melalui angka statistik karena kesejahteraan itu jauh melampaui statistik angka-angka pendidikan.

Karena siapa yang mendapat pendidikan apa hari ini sangat menentukan siapa yang duduk dimana dan berperan sebagai apa dimasa yang akan datang. mulai saat ini, Indonesia kita harus menempatkan manusia secara utuh yang terkembangkan secara nalar dan batin, bukan semata-mata sebagai sumber produksi apalagi "komoditi". Maju Pendidikan Indonesia. 

*) Akademisi Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan FKIP ULM

Posting Komentar

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only