Sabtu, 21 April 2018

Ini Komentar Gus Nadir Mengenai Konflik Timteng, Saat di Banjarmasin

(kanan) Gus Nadir, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia-Selandia Baru dan dosen tetap di Monash University/instagram @dayahdihan
Banjamasin, BBCom - Nadirsyah Hosen atau yang kerap disapa dengan Gus Nadir Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia-Selandia Baru pada beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Jumat (20/04) datang ke Banjarmasin dengan agenda mengisi seminar publik tentang Kebhinekaan dan Perjuangan Kemerdekaan di Indonesia yang digagas oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banjarmasin.

Beruntung beritabanjarmasin.com sempat bertanya tanggapan yang bersangkutan mengenai situasi konflik di Timur Tengah (Timteng).

"Mengenai konflik di Timur Tengah yang harus diperhatikan bersama adalah jangan sampai masuk ke Indonesia. Konflik di Suriah contohnya ini sangat complicated. Apalagi melibatkan negara-negara super power seperti Amerika dan Rusia," ujarnya kepada beritabanjarmasin.com.

Ia juga menghimbau jangan sampai masyarakat terlibat pada perdebatan sunni dan syiah.

"Indonesia di mata dunia sudah menjadi kekuatan besar dan suara Indonesia cukup dihormati di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Indonesia merupakan negara Islam terbesar tentu pula pemerintah kita harap mempunyai peranan aktif disana," pungkas dosen tetap pada Monash University Australia ini. (arum/puji/ayo)

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only