Jumat, 09 Maret 2018

Hari Ini, Aktivis Muslim se Kalsel Adakan Aksi Solidaritas untuk Warga Ghouta

Banjarmasin, BBCom - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan laporan tentang jumlah anak-anak yang tewas akibat konflik tak berkesudahan di Suriah.

Sejak Januari hingga Maret 2018, PBB mencatat sedikitnya 1.000 anak telah tewas.

Dari rilis Republika Sedikitnya 1.000 anak telah terbunuh di Suriah pada tahun ini, menurut Christophe Boulierac dari Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF), dikutip laman al Araby, Rabu (7/3).

Ghouta Timur merupakan sebuah wilayah di dekat ibu kota Suriah Damaskus. Selama empat tahun terkahir, daerah ini dikepung oleh pasukan pemerintah karena dianggap menjadi sarang milisi oposisi bersenjata.

Dari beberapa fakta diatas Aktivis muslim se Kalimantan selatan yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (Fsldk) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) pada besok sore, Sabtu (10/03) akan menggelar aksi long march sebagai bentuk solidaritas untuk warga Ghouta timur, Suriah. 
Poster ajakan untuk aksi long march Ghouta/beritabanjarmasin.com
Titik aksi di masjid Kampus Baitul Hikmah, Unlam. Rencananya peserta aksi akan menggandeng seluruh komponen ormawa keislaman yang ada di kampus maupun luar kampus.

"Persiapan untuk aksi Ghouta besok sudah 90%, insya Allah sekarang tinggal mengajak kawan-kawan ikut bergabung mengikuti aksi," tutur Nordi Ketua Fsldk Kalsel kepada beritabanjarmasin.com.

Selain mengadakan long march, mereka juga berencana melakukan penggalangan dana sukarela untuk para korban sipil yang terkena konflik disana. 

"Ya kita juga membuka penggalangan dana bagi warga Ghota dan kita menyediakan pula bagi para dermawan yang ingin via transfer lewat nomor rekening bank Mandiri syariah 7082604191 atas nama Lembaga Manajemen Infaq," imbuhnya. 

Senada dengan Nordi, Ketua Kammi Kalsel Ahmad Saini menyampaikan Persiapan kita sudah matang, tinggal turun saja lagi besok. 

Saini pun berharap bukan hanya dari kalangan muslim yang berpartisipasi tapi semua pihak bisa ikut andil bagian karena persoalan ini bukan lagi persoalan agama saja, namun sudah persoalan kemanusiaan. 

"Sesuai dengan cita-cita kemerdekaan kita, penjajahan diatas dunia dengan atas nama apaun harus dihapuskan," pungkasnya. [ghomadi/ayo].

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only