Kamis, 15 Februari 2018

Sinergisitas Seni dan Ilmu pengetahuan, Upaya Membangun Indonesia Kreatif

Sinergisitas Seni dan Ilmu pengetahuan, Upaya Membangun Indonesia Kreatif
BBCom, Oleh Novyandi Saputra, S.Pd, M.Sn*)
(Novyandi Saputra, Ilustrasi oleh Zulfian/beritabanjarmasin.com)

“Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan. Logika akan membawa Anda dari A ke B, imajinasi akan membawa Anda kemana-mana”. Albert Einstein.

Kesenian selalu dianggap hanya sebagai sebuah pertunjukan yang menghibur. Pandangan ini memang tidak sepenuhnya salah, namun dalam kesenian memiliki pengetahuan-pengetahuan yang berbasis lokalitas. Hal semacam ini yang masih tersimpan rapat dalam ruang-ruang pemilik kesenian tersebut.

Tentu kita harus tarik kebelakang bagaimana kesenian itu diciptakan dan kedekatannya dalam kehidupan manusia. Kita harus mengingat kembali bagaimana kesenian menjadi bagian dalam sebuah ritual religi manusia zaman dahulu, atau bagaimana kreativitas yang dimunculkan dalam ruang kesenian mampu mengimplementasi kehidupan manusia menjadi lebih unggul dan berdaya saing. 

Semua ini merupakan sebuah bukti bahwa kesenian tidak hanya persoalan pertunjukan estetik, namun jauh kedalam ada nilai-nilai pengetahuan dan etika yang mengkonstruksinya. 

Di Amerika Serikat sekarang ini kesenian telah disejajarkan dengan Sains, Teknologi, Matematika. Mengapa ini bisa terjadi ? Ini karena mereka telah sadar bahwa manusia harus mampu menumbuhkan rasa dalam dirinya, tidak selalu harus ilmu eksakta. 

Kreativitas manusia yang dikesampingkan beberapa dekade ini membuat kehidupan berjalan stagnan dan terlalu disibukkan dengan kegiatan-kegiatan atau pekerjaan yang membuat manusia itu sendiri seperti robot. 

Padahal manusia dengan akal budinya memiliki cara-cara yang luar biasa untuk mengambangkan dirinya, hal inilah yang dibaca oleh Amerika sehingga seni yang merupakan lumbung kreativitas disejajarkan dengan sains, teknologi, dan matematika sebagai upaya menumbuh kembangkan berfikir kreatif masyarakatnya. 

Indonesia dengan beragam seni dan budaya harus menyadari pentingnya membangun kreativitas dalam diri manusia melalui kantong-kantong institusi ataupun dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Dalam kesenian banyak pengetahuan yang berkaitan dengan sains, teknologi bahkan matematika. Kesadaran akan kemampuan kesenian dalam memberikan kontribusi terhadap perkembangan kehidupan manusia yang lebih baik kedepannya harus segera kita fahami dan laksanakan. Dengan demikian maka kehidupan yang kreatif akan mampu menopang sendi-sendi kehidupan lainnya. 

Kesenian mengajari kita untuk kreatif, membuka cara berfikir kreatif merupakan salah satu cara mengembangkan kehidupan masyarakat di Indonesia sekarang yang berlandaskan pada lokal jenius mereka sendiri. 

Dengan terlatihnya ruang kreatif dalam diri masyarakat maka salah satu jalan menuju kebaikan baik secara ekonomi maupun sosial telah terbuka. Mengapa saya bicara demikian ? Ini karena dengan kreatif masyarakat akan memiliki cara yang menarik dan kebaruan dalam segala bidang untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai untuk kehidupan pribadinya bahkan kehidupan orang banyak.

Terbukanya ruang-ruang kreatif akan menambah lapangan pekerjaan yang baru sehingga mampu memberikan manfaat sosial bagi masyarakat disekitarnya. 

Selain itu, kesenian dengan segala empirical knowledge yang meliputinya merupakan lumbung pengetahuan yang sesegera mungkin harus diungkap sebagai sesuatu yang menjadi warisan masyarakat pemiliknya. pengetahuan-pengetahuan yang ada dalam kesenian ini adalah ilmu-ilmu dan teknologi pada masanya yang menunjukan intelektualitas bangsa Indonesia dan tersebar di seluruh kepulaunnya. 

Kita bisa melihat bagaimana seni membangu rumah orang Toraja yang anti gempa bumi, atau seni tutur madihin di Kalimantan Selatan yang memberikan wawasan pengetahuan dan etika sebagai tuntunan kehidupannya masyarakatnya, atau yang terbaru bagaimana seni rupa mampu membuat sebuah desa di daerah Malang Jawa timur menjadi desa wisata yang membuat masyarakatnya peduli kebersihan dan kesehatan lingkungan. 

Semua itu merupakan bentuk sinergi kesenian dan ilmu pengetahuan yang membantu dan memberikan dampak positif dalam kehidupan manusia. 

Minimnya literatur yang memuat tentang kesenian-kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia terutama di daerah Kalimantan Selatan sedikit banyak membuat masyakarat Kalimantan Selatan mulai tidak mengenali apa saja kesenian dan kebudayaan yang dimilikinya sendiri. 

Kenyataan pahitnya banyak kesenian asli Kalimantan Selatan tidak diminati bahkan kalah dengan kesenian-kesenian dari luar. 

Kehidupan yang semakin modern menambah parah situasi ini. 

Kesenian yang selalu dipandang sebelah mata pada kenyataannya memiliki nilai yang tinggi bahkan sejajar dengan sains dan teknologi, ini harus menjadi kebanggaan masyarakat pemiliknya (Indonesia). 

Mengembangkan kesenian sebagai bagian dari menumbuhkan ruang kreatif dalam kehidupan masyarakat merupakan sebuah langkah strategis dalam meciptakan kehidupan yang mumpuni dan berdaya saing secara lokal maupun global. 

Ya, seperti di katakan oleh Einsten di awal tulisan ini logika hanya membawa kita dari A ke B daya jelajahnya terbatas, sebagai pelengkapnya adalah daya imajinasi dan kreativitas yang bisa membuka ruang-ruang baru itu, khususnya ruang kesenian. Kita yakin dan kita percaya. Indonesia Bisa !.

*)Pengamat Kesenian dan Kebudayaan,  Direktur NSA Project Movement

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only