Rabu, 14 Februari 2018

Simak Tanggapan Warga Mengenai Surat Edaran Walikota Tentang Larangan Perayaan Hari Valentine

Banjarmasin, BBCom - Rasa penasaran warga Banjarmasin mengenai sikap Pemerintah Kota tentang larangan Valentine's day yang biasanya diperingati setiap tanggal 14 Februari setiap tahunnya, akhirnya terjawab sudah.
(Surat edaran Walikota mengenai larangan perayaan hari valentine/beritabanjarmasin.com)

Wartawan beritabanjarmasin.com mencoba  mencari tahu kepada Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan karena pada tahun tadi telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor 800/551-Sekr/Dipendik/2017 tertanggal 10 Februari 2017 mengenai larangan merayakan hari valentine.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengkonfirmasi bahwa tahun ini Dinas Pendidikan tidak mengeluarkan surat himbauan lagi. 

“Iya, mengenai surat edaran hari valentine untuk tahun ini dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin tidak mengeluarkan lagi karena akan diambil alih oleh Walikota secara langsung,” ujarnya.

Dikonfirmasi ke Walikota Banjarmasin Ibnu Sina memang membenarkan adanya Surat Edaran (SE) itu dengan nomor 800/691-Sekr/Dipendik/2018 dengan poin-poinnya sebagai berikut :
1. Melarang kegiatan siswa untuk merayakan Valentine's Day, baik didalam maupun dilingkungan sekolah;

2. Agar semua sekolah mengawasi kegiatan siswa pada tanggal 14 Februari 2018, dan mengefektifkan pembelajaran kurikuler dan kegiatan ekstrakulikuler disekolah;

3. Agar sekolah meminta orang tua/wali siswa agar mengawasi dan tidak memperbolehkan anak-anaknya merayakan valenten days dirumah atau ditempat-tempat lainnya;

4. Mengingat pentingnya hal sebagai dimaksud, maka dimohon bantuan seluruh kepala sekolah dan guru untuk menindak lanjuti surat edaran ini.

Sejak Surat edaran ini dirilis beragam tanggapan warga salah satunya dari Dedy Koco Susilo.

"Saya pikir bahwa sah saja Perayaan/ peringatan Valentine’s day jika hanya untuk merayakan persahabatan, itu tidak menjadi masalah, karena pada dasarnya merayakan kasih sayang itu tidaklah keliru dan kalau bisa setiap hari kita berikan kasih sayang melalui saling menghargai," ungkap Dedy Koco Susilo yang juga Ketua PMKRI Kalsel.

Masih oleh Dedy menurutnya yang salah adalah jika kasih sayang itu diartikan keliru, yang mengarah kepada kehendak sendiri, di luar norma hukum dan hukum Tuhan. Inilah yang harus dihindari oleh kaum muda mudi.

“Dalam ajaran Katolik sendiri itu bukan tradisi maupun perayaan. Dan memang bukan milik masyarakat Katolik," imbuhnya.

Senada dengan yang di sampaikan Dedy. 
Junica Mahasiswi Sekolah Tinggi Teologi Banjarmasin mengatakan ia netral saja menanggapi surat tersebut.

"Kalau aku netral aja sih. Kalau mau merayakan juga tidak apa-apa kalau tidak juga tidak apa-apa. Budaya orang barat gak apa-apa menurut aku ditiru kalau itu masih yang baik, soalnya gak semua budaya barat itu buruk," tutupnya. [afs/ayo]

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only