Senin, 26 Februari 2018

Menteri Agama RI diberi "Kado Selamat Datang" oleh Aliansi Mahasiswa UIN Antasari

Banjarmasin, BBCom - Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, pada Senin (26/02) berkesempatan hadir di kampus UIN Antasari Banjarmasin.
(Aliansi Mahasiswa UIN Antasari gelar aksi saat kedatangan Menteri Agama RI/beritabanjarmasin.com)
Kunjungan Menteri Agama RI tersebut ke kampus hijau (UIN Antasari-red) dalam rangka peresmian gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Antasari sekaligis peluncuran aplikasi Al-Qur'an terjemahan Bahasa Banjar.

Disaat bersamaan dengan kegiatan tersebut, Mahasiswa UIN Antasari yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin melakukan aksi terhadap kebijakan-kebijakan kampus yang dirasa kurang pantas.

Mahasiswa yang melakukan aksi menuntut beberapa hal, diantaranya mencabut pedoman organisasi dan kemahasiswaan, terkait lambannya pembenahan pembangunaan, khususnya pembangunan drainase terhadap gedung kuliah FEBI yang baru.

Aliansi Mahasiswa UIN Antasari yang memakai atribut almameter kampus juga mempertanyakan dampak dari pembangunan gedung FEBI yang baru saja diresmikan. Karena implikasinya berdampak adanya genangan air pada gedung fakultas lain disekitarnya.

Koordinator aksi, Zainul Muslihin menyampaikan, agar pedoman organisasi dan kemahasiswaan dicabut. Sebab, menurutnya, tidak sesuai dengan kedaulatan mahasiswa.

Tuntunan yang disuarakan oleh mahasiswa, akhirnya didengar Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.


Lukman Hakim Saifuddin, yang juga mantan aktivis mahasiswa tersebut juga menyambut baik aspirasi mahasiswa. Lukman berharap, mahasiswa dalam melakukan aksi dengan sikap yang baik dan tidak anarkis.

Menurutnya, alangkah baiknya menjelaskan aspirasi dengan cara berdialog dan audiensi antara mahasiswa dan pihak kampus atau steakholder terkait untuk mengambil keputusan bersama tanpa harus dengan otot.

“Mahasiswa harus mengedepankan intelektual bukan memakai otot,” ucap Lukman Hakim Saifuddin.

Saat diwawancara secara terpisah, Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Mujibburahman mengatakan diera sekarang ini aksi adalah hal yang wajar. Tetapi, alangkah baiknya para mahasiswa mengerti terlebih dahulu akar masalahnya, baru turun aksi.

“Sebenarnya soal pedoman organisasi mahasiswa itu belum final, dan mahasiswa bisa berdialog lagi untuk menjabarkan isi dari aturan tersebut, tanpa harus melakukan aksi," tutup Mujiburrahman. [rizal nagara/ayo]

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only