Rabu, 21 Februari 2018

Libur Jualan hingga Kembali Pakai Kompor Minyak, Kelangkaan LPG buat Warga Menjerit


Banjarmasin, BBCom - Hampir dalam seminggu kebelakang, kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg semakin terasa di daerah Banjarmasin dan sekitarnya. Setiap ada truk pengantar gas elpiji bersubsidi tersebut ke agen-agen yang ditunjuk oleh Pertamina dalam sekejap langsung ludes di serbu warga, 
(Mobil tangki Pertamina, Ilustrasi/Instagram @Pertamina)
Tak sedikit pula yang kecewa karena harus pulang dengan tangan kosong kendati telah ikut mengantri.

Kelangkaan ini jelas membuat warga menjerit. Terlebih gas ukuran ini sudah menjadi barang pokok di setiap rumah warga dan untuk mereka yang mempunyai usaha berjualan makanan. 

Seperti yang di ungkapkan Khairul Anam, warga Kayu Tangi Banjarmasin yang sehari-hari juga mempunyai usaha warung makan ayam goreng. 

Ah, stress aku mikirin gas. Ini gas tinggal dua tabung, kalau ini habis berarti sementara libur dulu jualan. Soalnya dicari kemana-mana gasnya nggak ada di eceran-eceran juga nggak ada,” ujarnya kepada jurnalis beritabanjarmasin.com, Selasa (21/02). 

Senada dengan Khairul Anam, keluh kesah terkait kelangkaan ini juga disampaikan oleh Anto yang berprofesi sebagai tukang sate di Jalan Beruntung Jaya, Kec. Banjar Selatan. 

“Sekarang dirumah masak balik pakai kompor minyak lagi, gas lagi susah nyarinya ini. Kemarin sempat lihat truk bawa tabung gas ngantar ke agen, saya langsung ngikut antri hujan-hujanan tapi tetap keburu kehabisan. Nyari di eceran pun kalau dapat harganya mahal bisa Rp. 30.000 – 35.000 per tabung.” ungkapnya.

Terkait kelangkaan ini, Erlangga Gas selaku salah satu agen resmi LPG 3 KG Pertamina yang beralamat di jalan Pembangunan 2 Banjarmasin ikut memberikan penjelasan. 

“Kelangkaan ini kurang lebih satu minggu terakhir. Karena terganggunya distribusi ini disebabkan faktor Alam. Di laut sedang gelombang besar jadi kapal tengki pengangkut belum berani masuk.” ujarnya.

Dirinya menambahkan kelangkaan kali ini memang lebih parah dari sebelum-sebelumnya. Sampai ikut berimbas pada stok gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg. 

“Dua hari ini ikut macet karena pengaruh alam itu. Sebelumnya belum pernah terjadi yang 12 kg dan 5 kg macet, tapi karena faktor alam tadi cuaca kan dalam setengah bulanan ini hujan terus jadi berpengaruh.” imbuhnya.

Sementara itu Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan bahwa pihaknya sudah rapat dengan Pertamina sejak siang kemarin.

"Iya, semua keluhan sudah kita sampaikan dan kita siang kemarin sudah melaksanakan rapat dengan Pertamina," ujarnya

Ibnu pun berujar bahwa aparat siap menindak jikalau ada penyimpangan distribusi. [sf/ayo]

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only