Rabu, 17 Januari 2018

Pemuda Nagara, Gelorakan "Social Movement" Kreatif di HSS

Banjarmasin, BBCom - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nagara (IKAPEMANA) bekerjasama dengan Institut Demokrasi dan Pemerintahan Daerah (INDEPEMDA) pada Rabu (17/01) mengadakan diskusi publik dengan membawa tema Mencari Pemimpin Berintegritas Publik bertempat di Aula Asywadi Syukur UIN Antasari Banjarmasin.
(Foto : Diskusi Publik di inisiasi oleh IKAPEMANA dan INDEPEMDA/ Beritabanjarmasin.com)

Acara ini dipandu oleh M. Reza Pahlevi Dosen FKIP ULM, dengan narasumber Ahmad Fikri Hadin Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi dan Good Governance (PARANG) ULM, Siti Mauliana Hairini Akademisi Fisip ULM, M. Erfa Redhani Direktur Eksekutif INDEPEMDA dan M. Rizali aktivis mahasiswa UIN Anatasari asal Nagara. 

Acara berlangsung dengan meriah, saling bergantian para narasumber melemparkan gagasan kepada hadirin yang memenuhi aula tersebut diselingi juga dengan tanya jawab.

Siti Mauliana Hairini memaparkan mengenai korelasi antara kekuasaan dan etika politik. “Kekuasaan dan etika harus seimbang. Mereka yang Berintegritas publik harus punya etika & kekuasaan secara proporsional.” Katanya kepada hadirin.

Senada dengan pendapat Siti Mauliana Hairini, Direktur Eksekutif INDEPEMDA, M. Erfa Redhani pun mengatakan Politik tidak hanya sekedar menjalankan aturan-aturan yang ada namun ada juga etika diatas politik.”Kalau tentang aturan-aturan dalam Pilkada saya pikir sudah jelas, namun yang bermasalah adalah etika dan legal culture kita dalam menjalankannya.” tuturnya.

Ahmad Fikri Hadin yang juga pemuda dari Nagara mengungkapkan hal berbeda, ia mengatakan menjaga integritas dimulai dari diri sendiri, yang bersangkutan juga mengutip pernyataan dari Dai kondang Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). "Integritas seperti bom waktu, karena integrtitas dinilai dari perilaku sehari-sehari, jika perilaku jelek maka tunggu saja bom waktu tersebut akan meledak." ungkapnya

Narasumber terkahir dari aktivis mahasiswa menyampaikan bahwa para mahasiswa harus menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan, generasi penerus dan pengontrol dimasyarakat. “Jangan sampai ketika balik ke kampung kita hanya berdiam di dalam rumah saja, mari kita sama-sama memberikan angin perubahan kepada lingkungan kita.” Pungkasnya.

Di akhir sesi para narasumber bersepakat untuk menjadikan diskusi publik ini sebagai langkah awal untuk menciptakan pemimpin yang berintegritas publik dan mencoba memberikan warna baru dalam proses pilkada dan demokrasi dengan cara yang lebih elegan dan kreatif.

Sayangnya dalam diskusi publik ini belum bisa di hadiri oleh Bupati HSS, H. Ahmad Fikry padahal dari kabar yang didapat langsung oleh Beritabanjarmasin.com undangan sudah disampaikan jauh-jauh hari. [Ayo]

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only